PPP pecah, kubu SDA dan Emron saling serang

Kubu Emron mengklaim pencopotan Suryadharma dilakukan sebagai langkah penyelamatan partai.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
PPP pecah, kubu SDA dan Emron saling serang
Suryadharma Ali hadiri penutupan Mukernas III. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Konflik di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali meruncing. Kali ini konflik dipicu atas pemecatan yang dilakukan Emron Pangkapi dkk terhadap Suryadharma Ali dari posisi ketua umum dalam rapat DPP PPP yang digelar Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9) dini hari lalu.Rapat tersebut digelar karena Suryadharma tak juga mundur dari posisi ketua umum PPP. Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, desakan agar Suryadharma Ali mundur dari posisi ketua umum ramai disuarakan Emron dkk.Kubu Emron mengklaim pencopotan Suryadharma dilakukan sebagai langkah penyelamatan partai. Mereka tak mau status tersangka KPK yang kini disandang Suryadharma menyandera PPP."Kami ingin PPP secara institusi tidak dicampur aduk dengan kasus yang menimpa saudara Suryadharma Ali. Makanya kita berhentikan beliau setelah menolak desakan mundur," kata Emron, Jumat (12/9).Suryadharma pun tak terima dipecat. Mantan menteri agama itu menegaskan pemecatan yang dilakukan Emron dkk ilegal dan tidak memiliki dasar. Sebab, dirinya terpilih lewat muktamar dan hanya bisa dicopot melalui muktamar atau muktamar luar biasa.Suryadharma lantas melakukan pemecatan balik terhadap kubu Emron yang menjadi pengurus DPP. Tak tanggung-tanggung, 15 pengurus DPP dicopotnya. Beberapa nama tersebut di antaranya; Emron Pangkapi selaku Waketum, Suharso Monoarfa selaku Waketum, Lukman Hakim Saifuddin selaku Waketum, Romahurmuziy selaku Sekjen, dan 11 nama lainnya.Kondisi di PPP pun semakin manas. Kedua kubu mendaftarkan kepengurusannya ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Kedua kubu pun saling serang di media. Berikut ulasannya seperti dirangkum merdeka.com.

Loyalis Suryadharma tak terima PPP dipimpin bekas napi

Politikus PPP Andi Jamaro Dulung menilai pemecatan Suryadharma Ali karena status tersangka tidak masuk akal. Sebab Emron juga merupakan mantan narapidana. Emron saat ini ditunjuk Plt Ketua Umum PPP."Bisa saja tambah panas. Kan mereka memutuskan SDA karena tersangka (korupsi) terus diganti Emron mantan napi. Kan tidak logis," ujar Andi yang baru diangkat menjadi ketua DPP oleh Suryadharma, di markas PPP, Jakarta, Selasa (16/9).Loyalis Suryadharma ini menjelaskan, seharusnya kubu Emron membela Suryadharma dalam situasi tersebut. "Dulu pas dia (Emron) ditahan SDA datang lakukan pembelaan. Saat ini malah berbalik," terangnya."Kalau buat partai serahkan dong kepada orang yang bersih (dari kasus hukum)," tambahnya.Seperti diketahui, Emron pernah terlibat kasus penyalahgunaan kredit usaha tani (KUT) di Kabupaten Sungai Liat, Bangka Belitung pada 1999 lalu.

Romahurmuziy: Cara-cara premanisme sejak dulu jadi watak Pak SDA

Sekjen PPP versi kubu Emron, Romahurmuziy menyesalkan sikap arogansi yang ditunjukkan Suryadharma Ali, dengan ngotot mempertahankan jabatannya sebagai ketua umum partai. Romy menegaskan, rapat yang digelar pengurus harian DPP PPP dan Rapimnas sudah memenuhi syarat organisasi dan sah sesuai AD ART partai."Insya Allah kebenaran tidak buta," kata Romy di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (15/9).Lebih lanjut, dia menyayangkan sikap SDA yang tidak legowo menerima keputusan rapat partai. Walaupun SDA sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK."Saya menyesalkan pendudukan dan cara-cara premanisme yang sejak dulu watak Pak SDA dalam menyelesaikan setiap konflik. Kita ini bangsa beradab, partai ini berlandaskan Islam," jelas Romy.Menurut Romy, sikap premanisme yang ditunjukkan SDA adalah dengan menduduki kantor DPP PPP. Pihaknya bakal segera membuat laporan kepada Kepolisian untuk menindaklanjuti pendudukan kantor DPP PPP tersebut."Karena itu atas adanya pendudukan kantor DPP partai dilakukan oleh Pak SDA dan konco-konconya, saya menyesalkan dan melaporkan persoalan ini kepada yang berwajib, sesegera mungkin," tandasnya.

Kubu Suryadharma Ali duduki DPP PPP

Ketua DPW DKI Jakarta PPP, Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengerahkan ratusan anak buahnya untuk mengamankan markas PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurutnya, tugas ini diemban atas perintah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA).Lulung menjelaskan, pengaman ini dilakukan agar tidak dikuasai kubu Emron Pangkapi. Haji Lulung menganggap kubu Emron merupakan orang zalim."Saya kapasitas kan wilayah Jakarta, oleh karenanya dalam hal ini Pak SDA menugaskan saya mengamankan kantor DPP. Supaya asetnya terjaga dari orang yang tidak bertanggungjawab dan zalim dari partai," kata Lulung di Markas PPP, Selasa (16/9).Lulung menuturkan, saat ini pasukan yang dikerahkan sekitar 200 orang. Dia juga membantah bila dalam penjagaan ini juga dibantu oleh preman. "Di sini ada 200 orang yang jaga, pakai tiga shift," ujarnya.

Romi: SDA kalap, ditemani orang-orang tidak berpikir

Pengepungan kantor DPP PPP yang oleh sejumlah loyalis Suryadharma Ali (SDA), dinilai tindakan gelap mata. M Romahurmuziy (Romi), Sekjen PPP versi kubu Emron, mengatakan gaya kepemimpinan arogan yang ditunjukkan SDA sudah tak layak diterapkan dalam organisasi partai politik."Mereka tidak lagi pakai otak, tapi mereka hanya mengedepankan otot. Saya pikir, tipe pemimpin demikian hanya ada di dunia lain, bukan di partai politik," kata Romi dalam pesan tertulis yang diterima merdeka.com, Jakarta, Rabu (17/9).Romi protes keras tindakan premanisme tersebut. Apalagi orang-orang yang disuruh menduduki kantor DPP PPP tak jelas asal-usulnya."Ini mengukuhkan watak SDA yang angkuh, mau menang sendiri, dan pro kekerasan. SDA kalap, ditemani orang-orang yang juga tidak lagi berpikir," pungkas dia.

Kubu Suryadharma tuding Emron dkk mau main dua kaki

Sekjen PPP versi kubu Suryadharma Ali (SDA), Syaifullah Tamliha menuding bahwa Emron Pangkapi cs mau main dua kaki di parlemen dan pemerintah Jokowi-JK. Menurut dia, Emron cs ingin dapat jatah pimpinan DPR, juga ingin masuk di kabinet Jokowi-JK.Syaifullah mengatakan, Emron cs ingin seolah-olah berada di koalisi Merah Putih sampai mendapatkan jatah kursi pimpinan DPR tanggal 5 Oktober nanti. Setelah itu, kata dia, sebelum Jokowi-JK tunjuk menteri, mereka akan menggelar Muktamar untuk membalikkan arah koalisi PPP mendukung Jokowi-JK."Teknik mereka adalah seolah-olah tetap di koalisi Merah Putih, dengan begitu dia akan bisa menjadikan diri sebagai wakil ketua DPR karena ada jatah PPP untuk menjadi wakil ketua DPR, itu sebelum tanggal 5 (Oktober). Nanti setelah tanggal 5, sebelum Jokowi-JK menyusun kabinetnya mereka akan mukernas lagi, mengubah arah kebijakan, sementara yang tanggal 5 pimpinan DPR termasuk wakil ketua DPR itu kan tidak bisa diganti dalam waktu 5 tahun. Saya tahu akal-akal busuk mereka itu," kata Syaifullah di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/9).

Romi polisikan kubu Suryadharma karena gunakan preman duduki PPP

Sekjen PPP kubu Emron, Romahurmuziy (Romi) melaporkan pendudukan kantor DPP PPP oleh beberapa preman. Pendudukan tersebut telah berlangsung selama dua hari ini."Kita kemari untuk melaporkan pendudukan kantor DPP PPP oleh sejumlah orang tidak dikenal. Ini karena menerobos kantor DPP PPP sudah selama dua hari sejak Senin kemarin," kata Romi di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Rabu (17/9).Romi menyatakan Partai Kabah tak mempunyai kebijakan pengamanan kantor DPP dengan menggunakan jasa preman. Para preman ini mau membuka pintu DPP PPP jika diizinkan oleh ketua umum PPP Suryadharma Ali (SDA)."Itu bukan prosedur pengamanan yang kita punya (jasa preman). Mereka mau membuka pintu DPP jika kita minta izin ke Pak SDA," terang dia.Masih menurutnya, dia juga mengungkapkan kemarin pengurus Partai Kabah tak bisa menggunakan kantor untuk rapat harian. Para pengurus baru dibukakan pintu ketika menghubungi SDA.

Rekomendasi