Gonjang ganjing di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus memanas. Salah satu sebabnya adalah belum dilaksanakannya muktamar PPP sesuai salah satu point yang telah diputuskan dalam Mukernas PPP di Bogor, beberapa waktu lalu.Politisi Senior PPP, Muhammad Rodjak mengaku sangat prihatin terhadap apa yang dialami partainya. Sebab, Ketua Umum Suryadharma Ali sudah tidak bisa menjalankan fungsi organisasi kepartaiannya pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK."Kami sebagai senior prihatin kepada PPP yang tidak bisa melaksanakan organisasi. Hasil mukernas di Bogor, satu bulan setelah pilpres, dilakukan muktamar," kata Rodjak kepada wartawan di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (18/8).Rodjak yang juga anggota majelis syariah PPP itu menegaskan, digelarnya muktamar merupakan harga mutlak. Sehingga nantinya partai berlambang kabah itu bisa berperan dalam pembangunan bangsa dan negara."Kami mendorong segera muktamar secepatnya sesuai kesepakatan mukernas. Jadi kalau ada orang yang tidak menghendaki muktamar, itu tidak bener. Disiplin organisasi inilah yang harus ditegakkan," jelasnya.Seperti diketahui, memanasnya internal PPP mencuat sejak partai berlambang kabah ini menentukan arah koalisi saat Pilpres 2014. Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan beberapa teman lainnya merapat untuk bergabung dalam koalisi Merah Putih guna mendukung pasangan Prabowo - Hatta sebagai capres dan cawapres.Sempat terjadi gonjang-ganjing. Namun akhirnya PPP tetap mendukung Prabowo - Hatta.
Kader PPP sebut Suryadharma Ali tak mampu lagi pimpin partai
Merek mendesak segera digelar muktamar agar organisasi partai kembali berjalan.
Advertisement
Rekomendasi