Kemeja kotak-kotak reminder, Jokowi tak pakai rakyat bisa lupa

"Pengaruh (perolehan suara) dari segi baju sih tidak, tapi paling tidak dari sudut komunikasi penting," ujar Emrus.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Kemeja kotak-kotak reminder, Jokowi tak pakai rakyat bisa lupa
Jokowi-JK di Rakernas NasDem. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pasangan capres Jokowi - Jusuf Kalla (JK) sepakat menggunakan pakaian yang menunjukkan ciri khas masing-masing saat kampanye Pilpres. Capres Jokowi sudah memutuskan untuk kembali menggunakan kemeja kotak-kotak, sementara JK memilih menggunakan kemeja berwarna putih.Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, kemeja kotak-kotak memang sudah menjadi ciri khas Jokowi. Hal itu dinilai tidak akan memberi pengaruh signifikan terhadap perolehan suara pada pilpres mendatang."Pengaruh (perolehan suara) dari segi baju sih tidak, tapi paling tidak dari sudut komunikasi penting adanya singkronisasi," ujar Emrus kepada merdeka.com, Kamis (29/5).Menurutnya, kemeja kotak-kotak merupakan branding yang sudah lekat di masyarakat, khususnya di wilayah DKI Jakarta. "Branding bisa dilupa (masyarakat), efeknya sebagai reminder. Baju kotak-kotak itu hanya sebagai reminder, brandingnya itu baju kotak-kotak, kalau tidak dipakai itu rakyat bisa lupa," imbuh Emrus.Menurut Emrus, ada tiga hal yang paling signifikan berpengaruh terhadap perolehan suara capres-cawapres dalam Pilpres 9 Juli mendatang.Emrus menempatkan faktor kuatnya figur capres dalam urutan pertama penentu kemenangan salah satu pasangan capres-cawapres. Faktor kedua adalah pasangan tersebut merupakan representasi dari masyarakat Indonesia dan mampu menampung aspirasi rakyat.Faktor ketiga adalah program yang diusung bakal capres-cawapres saat terpilih menjadi presiden dan wakil presiden."Ketiganya itu harus urut. Di negara maju program itu sangat berpengaruh, tapi di Indonesia itu masih emosional," tutup Emrus.

Rekomendasi