Penetapan Ruhut Sitompul sebagai ketua Komisi III DPR, kembali mendapat penolakan sejumlah koleganya. Menanggapi penolakan keduanya tersebut, Ruhut akhirnya legowo mengundurkan diri. Sebagai gantinya, Fraksi Partai Demokrat menunjuk Pieter Zulkifli."Terima kasih semuanya, saya secara kesatria, saya tidak mau ada polemik di komisi yang membesarkan saya dan janji saya ingin menegakkan hukum, tetap saya jalankan. Izinkan saya mundur sebagai ketua Komisi III," kata Ruhut.Ditolaknya Ruhut sebagai ketua komisi, tak lepas dari tudingan sejumlah pihak terkait masa lalunya. Berbagai usaha telah dilakukan Ruhut untuk meyakinkan para koleganya. Berikut lima drama Ruhut sebelum mundur sebagai calon ketua Komisi III.
Advertisement
Bawa istri tangkis isu kumpul kebo
Ruhut membawa istrinya, Diana Leovita ke DPR. Tujuannya tak lain ingin meluruskan isu kumpul kebo yang menerpanya.Diana angkat bicara soal penolakan Ruhut. Menurut dia, apapun yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Apalagi dengan beredar kabar jika Ruhut gagal menjadi ketua komisi III karena kasus kumpul kebo tersebut.
Advertisement
Batal bongkar borok anggota Komisi III
Saat mendapat penolakan beberapa waktu lalu, Ruhut berjanji bakal membongkar kejelekan para koleganya. Namun ancaman tersebut batal dilakukan, setelah dirinya dinasihati istri."Kita tahu mereka punya masalah, aku enggak buka masalah kalau aku buka bisa kiamat dunia," kata Ruhut.
Advertisement
Gunduli kepala
Ruhut mencukur gundul rambut kepalanya. Dia beralasan, hal itu sebagai bentuk kekecewaannya atas kasus yang terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK), lantaran Ketua MK, Akil Mochtar tertangkap tangan karena diduga menerima suap terkait sengketa pilkada."Pak Marzuki disiram air, saya sedih setelah itu kaitan MK (Akil Mochtar ditangkap KPK), karena saya bermitra dengan MK," jelas Ruhut.
Advertisement
Pidato sambil menangis
Ruhut akhirnya mengundurkan diri sebagai ketua Komisi III DPR, setelah mendapat penolakan dari anggota. Saat pidato pengunduran diri, Ruhut meneteskan air mata. Suasana haru menyelimuti ruang Komisi III DPR. Usai menyampaikan pidato, Ruhut menghampiri meja pimpinan dan menyalami Priyo Budi Santoso sambil cipika-cipiki.
Advertisement
Anak tak restui Ruhut jadi ketua Komisi III
Ruhut mengambil hikmah dari keputusan mundur sebagai calon ketua Komisi III DPR. Dia mengaku mendapat keluhan dari keluarga karena terlalu sibuk sebagai politisi. Menurut dia, istri dan anaknya mengeluh karena tidak ada waktu luang bersama, karena dia terlalu sibuk menjadi anggota DPR."Istri dan anak saya bilang, papi anggota saja ketemu kami susah apalagi ketua (Komisi III). Papi bukan ketua tapi semua kenal papi," kata Ruhut.