Fuad Bawazier sebut deklarasi Wiranto-HT langgar AD-ART Hanura

Deklarasi Wiranto-Harry Tanoe tidak realistis, karena Partai Hanura sulit untuk mencapai presidential threshold.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Fuad Bawazier sebut deklarasi Wiranto-HT langgar AD-ART Hanura
Hanura. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Deklarasi Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Ketua Dewan Pertimbangan Hary Tanoe soedibjo sebagai pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2014 menimbulkan pro dan kontra. Di internal Hanura, deklarasi itu dinilai menyalahi aturan partai.Ketua DPP Hanura Fuad Bawazier mengatakan, deklarasi capres dan cawapres yang hendak diusung partai harus melalui mekanisme Rapimnas. Dia pun menyebut, pasangan Wiranto dan Hary Tanoe tidak ada yang memutuskan karena tidak diatur dalam mekanisme."Harusnya melalui Rapimnas, AD/ART-nya begitu. Keputusan penting harus melalui Rapimnas. Ini tiba-tiba muncul siapa yang memutuskan dan mekanismenya nggak ada. Jadi menimbulkan masalah internal," jelas Fuad saat dihubungi, Rabu (3/7).Menurutnya, deklarasi capres dan cawapres Wiranto dengan Harry Tanoe tidak realistis. Sebab, dia menilai Partai Hanura sulit untuk mencapai presidential threshold sehingga butuh koalisi."Enggak wajar satu partai deklarasikan capres cawapres, seolah partai besar. Ya realistis saja, partai perlu koalisi untuk mengusung capres cawapres, karena PT 20 persen. Bagaimana kalau enggak koalisi," imbuhnya.Dia pun menyebut janggal jika tiba-tiba Hanura mendeklarasikan diri sebagai capres dan cawapres secara dadakan. Sebab, tak ada partai yang berani mengusung capres dan cawapres sekaligus."Ya lihat saja perjalanannya, tapi jadi aneh saja karena mekanismenya tidak sesuai prosedur. Tiba-tiba dari mana keputusannya, dadakan. Secara praktis janggal satu partai mana ada yang berani (usung capres-cawapres)," tegas dia.

Rekomendasi