Suryadharma Ali tersinggung sikap PKS tolak kenaikan BBM

"Bisa diartikan yang tidak setuju kenaikan BBM pro rakyat," kata Suryadharma.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Suryadharma Ali tersinggung sikap PKS tolak kenaikan BBM
Suryadharma Ali. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengaku tersinggung dengan sikap yang diambil Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menentang kebijakan pemerintah. Padahal, hampir semua partai yang tergabung dalam koalisi memahami alasan dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi."Sepertinya PKS berpisah dalam menyikapi kenaikan BBM. Kan bisa diartikan yang tidak setuju kenaikan BBM pro rakyat, kemudian yang setuju dengan kenaikan BBM diartikan menzalimi rakyat, ini kita jadi apa gitu. Ya kalau dibilang agak tersinggung ya tersinggung," kata Suryadharma di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/6).Dia menjelaskan, masalah kenaikan BBM merupakan langkah terakhir diambil pemerintah dalam menyikapi keuangan negara. Di mana, sekitar Rp 50 triliun subsidi BBM dinikmati orang yang tidak berhak merasakannya."Yang menikmati itu orang yang punya bukan orang miskin. Oleh karena itu, mempertahankan subsidi BBM pasti salah sasaran," tandasnya.Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Agama ini mengatakan, dalam kontrak politik terdapat code of conduct yang ditandatangani di depan SBY. Sehingga, pasal-pasal di dalamnya harus dipahami dan dimengerti jika salah satu partai pendukung pemerintah memiliki perbedaan pandangan."Kami semua bersahabat ya dengan PKS, selaku sahabat saya menyesali lah sikapnya mestinya kita selalu bersama-sama keadaan susah dan senang kemudian dengan terpisahnya PKS sementara waktu ini. Saya enggak tahu ke depannya," ujarnya.

Rekomendasi