Rahasiakan Pertanyaan Debat Capres, KPU Ingin Penuhi Tuntutan Publik

Minggu, 10 Februari 2019 01:27 Reporter : Merdeka
Rahasiakan Pertanyaan Debat Capres, KPU Ingin Penuhi Tuntutan Publik Panelis dan Moderator Tandatangani Pakta Integritas Debat Kedua Pilpres 2019. ©Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan pihaknya mendapat tuntutan yang sangat besar dari masyarakat terkait debat Calon Presiden (Capres) putaran kedua yang akan digelar pada 17 Februari 2019. Menurut Arief, masyarakat ingin debat Capres lebih menarik.

"Tuntutan publik cukup besar pada kami untuk membuat debat kedua ini jauh lebih menarik," ujar Arief di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).

Arif berdalih, debat putaran pertama bukan tidak menarik, melainkan masih ada beberapa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Oleh sebab itu, salah satu permintaan publik agar tak ada bocoran soal sebelum sidang akhirnya dia tepati.

"Berbeda dengan yang pertama, maka di debat yang kedua kami dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diajukan kepada pasangan calon Presiden," kata Arief.

Arief mengatakan, permintaan masyarakat dia tepati agar masyarakat benar-benar mengetahui kualitas serta visi dan misi calon orang nomor satu di negara ini melalui debat.

"Agar debat ini mampu mengirimkan pesan apa program visi misi dari masing-masing pasangan, calon karena sesungguhnya itulah tujuan utama dari kegiatan kampanye dalam bentuk debat antar capres," kata Arief.

Sebelumnya, KPU bersama moderator Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro serta para panelis meneken berkas pakta integritas debat Calon Presiden (Capres) putaran kedua. Penandatanganan pakta integritas ini untuk menciptakan debat jauh lebih baik dan profesional. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini