Rachmawati ungkap konsultan asing di kubu Jokowi ikut amandemen UUD 1945
Merdeka.com - Koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling menuding soal konsultan asing. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Rachmawati Soekarnoputri mengungkapkan kubu Jokowi yang sebenarnya memakai konsultasi asing pada Pilpres 2014 silam.
"Saya kira enggak, saya pikir kalau konsultan asing justru saya mendapat informasi terserah mau dibilang hoax apa enggak, tapi pada tahun 2014 pada Pilpres 2014 itu konsultan asing ada di sana (Jokowi)," kata Rachmawati di kediaman Jl Jati Padang, Jakarta Selatan, Jumat (28/9).
Rachmawati menyebut konsultan asing yang disewa kubu Jokowi itu terlibat mengamandemen UUD 1945. Putri proklamator RI Soekarno ini membocorkan inisial nama konsultan asing di kubu Jokowi itu.
"Saya enggak perlu sebutkan namanya, tapi ada tiga huruf itu yang membuat perubahan atau amandemen UUD 1945 itu ya konsultan asing itu. Justru saya menolak paling awal di tahun 2014, untuk kemudian saya bicara kepada Prabowo kembali ke landasan UUD' 45," ujarnya.
Menurutnya, tudingan kubu Jokowi memutar balikkan fakta. Rachmawati menyebut adanya konsultan asing di kubu Jokowi sudah menjadi rahasia umum.
"Saya tahu persis, 3 huruf dia pake konsultan asing. Dan perubahan UUD '45 yang sangat sakral pun dilakukan oleh konsultan asing. Sebetulnya ini bukan rahasia lagi, sudah banyak kok ditulis di media kita, temen temen parpol juga tau kok sebenarnya," pungkas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini
Koalisi Jokowi-Ma'ruf menuding koalisi Prabowo-Sandi menggunakan jasa konsultan asing. Tudingan itu disampaikan oleh sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto. Namun, Hasto tidak menunjukan bukti konkrit mengenai tudingan tersebut.
Hasto menegaskan pihaknya tidak ingin demokrasi di Indonesia terpapar asing. Sehingga dengan konsisten, koalisi Jokowi-Ma'ruf tidak menggunakan konsultan asing.
"Karena Pak Jokowi-Ma'ruf ini konsisten di dalam menggelorakan martabat dan kebanggaan kita sebagai bangsa. Maka kita tidak pakai konsultan asing. Berbeda dengan yang di sana (koalisi Prabowo-Sandi) sudah pakai konsultan asing sejak 2014 lalu," ujar Hasto di Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Jumat (28/9).
Sekteraris Jenderal PDIP itu menuturkan, penggunaan konsultan asing tak melulu berdampak positif. Menurutnya, saat ini masyarakat tidak membutuhkan pemimpin polesan melainkan pemimpin tampil apa adanya.
"Rakyat benar benar jernih mana pemimpin yang benar benar hadir apa adanya," tandasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya