PSI akui butuh arahan KPU untuk lolos Pemilu 2019
Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna menanyakan pelbagai syarat untuk lolos dalam Pemilu 2019. Mereka menganggap penting masalah syarat ini, apalagi setelah lolos verifikasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
"Kami harus tau sebenarnya apa saja yang harus kami siapkan untuk verifikasi KPU karena satu pun dari kami tidak ada yang pernah terlibat dalam partai politik dan tidak ada yang punya pengalaman melakukan verifikasi. Dalam hal ini kami mohon sumbang saran dari KPU," Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, Senin (24/10).
Meski mengaku telah memahami pelbagai aturan KPU, Raja menyebut ada beberapa hal harus ditanyakan. Sehingga diperlukan arahan dari para pimpinan lembaga Pemilu itu.
"Kami sudah khatam membaca peraturan KPU dan undang-undang, namun dalam beberapa hal kami masih membutuhkan beberapa arahan, misalkan dalam hal persyaratan" ujar sekjen parpol yang beranggotakan anak muda ini.
Sementara, Ketua KPU, Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa pola verifikasi KPU bersifat terbuka. "Pola verifikasi KPU itu bersifat transparansi atau terbuka, baik itu tentang kepengurusan, kantor sekretariat maupun keanggotaannya. Prosesnya terbuka dan pengambilan keputusannya pun terbuka" jelasnya.
Juri juga menjelaskan bahwa partai politik tidak bisa berlaku curang dalam proses verifikasi. Biasanya KPU melakukan pengecekan dengan menggunakan sebuah alat. Sehingga bisa ketahui apakah ada kecurangan dalam partai itu.
"Kami bisa mengecek lewat sebuah software, jadi kalau ada yang bermasalah misalnya ada keanggotaan ganda kita bisa langsung tahu," tuturnya. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya