Prabowo Larang Sandiaga Singgung Kasus Novel dan Janji Penuntasan dalam 100 Hari

Jumat, 18 Januari 2019 12:36 Reporter : Merdeka
Prabowo Larang Sandiaga Singgung Kasus Novel dan Janji Penuntasan dalam 100 Hari Prabowo-Sandi di Debat Capres. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Debat capres dan cawapres 2019 ronde pertama digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, semalam. Tema yang diangkat yakni Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. Sebelum debat, masing-masing timses dan pegiat HAM sudah meramaikan kembali kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang diharapkan bakal disinggung dalam debat perdana. Kenyataannya, hingga moderator menyampaikan kata penutup, kasus Novel tidak muncul dalam perdebatan.

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku, sesungguhnya telah menyiapkan pernyataan terkait penegakan hukum terhadap kasus penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, pertanyaan itu batal dilontarkan pada pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi- Ma'ruf Amin.

"Terus terang ada di dalam note saya untuk diangkat, tapi Pak Prabowo bilang (enggak)," kata Sandiaga di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (18/1).

Menurut Sandi, tim BPN yakni Sudirman Said, Bambang Wijayanto dan Dahnil Azhar juga sudah menitipkan untuk menyampaikan komitmen Prabowo-Sandi dalam memecahkan kasus Novel. Namun urung disampaikan di panggung debat.

"Saya diingetin terus berkali-kali oleh Pak Dirman, Pak BW, Mas Dahnil tapi saya sampaikan Pak Prabowo yang akan menutup pembicaraan yang closing statement. Kalau saya dikasih kesempatan 30 detik saya akan tanya mengenai (kasus Novel)," ujarnya

Menurut Sandi, semula dia akan menyampaikan rencana pembentukan tim internal penuntasan kasus Novel apabila keduanya dipercaya menjadi pemimpin negeri. Dia kembali membeberkan alasannya tak menyampaikan komitmen dan janji itu saat debat capres.

"Saya akan menegaskan bahwa Prabowo-Sandi akan membentuk tim internal itu dan penuntasan kasus Novel Baswedan akan menjadi program utama, program 100 hari kami, itu clear ada di note saya, sebenernya mau saya bacakan, katanya

"Tapi pak Prabowo sampaikan jangan. Kita ungkapkan yang lebih esensial yaitu bagaimana membantu penegakan hukum dan salah satu poin utama tentang kasus Pak Novel Baswedan. Itu kita sampaikan tentunya bukan pada kesempatan debat tapi pada nanti jika Allah SWT beri mandat akan kita jadikan program utama di program 100 hari," ucapnya.

Reporter: Delvira Hutabarat [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini