Nada bicara Prabowo semakin meninggi. Prabowo mengatakan, Anies bukan lagi anak kecil, harusnya sudah paham.
Sesi tanya jawab saat debat calon presiden sempat memanas antara Capres nomor urut dua Prabowo Subianto dan Capres nomor urut satu Anies Baswedan.
Advertisement
Anies bertanya kepada Prabowo terkait keputusan memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Keputusan Prabowo itu dilakukan setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi. Belakangan, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menghukum Anwar Usman sebagai ketua MK yang menetapkan keputusan melanggar etik.
"Apa perasaan bapak bahwa ada pelanggaran etika di situ?" tanya Anies.
Prabowo awalnya menjawab cukup santai. Bahwa tim pakar ketua umum Gerindra itu menyatakan tidak ada masalah.
"Masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diambil tindakan dan keputusan, ya, waktu itu oleh pihak yang diberi wewenang," jawab Prabowo.
"Kemudian sudah ada tindakan dan tindakan pun itu masih diperdebatkan karena yang bersangkutan masih memproses. Tetapi intinya adalah bahwa keputusan itu final dan tidak dapat diubah. Ya saya laksanakan, ya," tegasnya.
Advertisement
Kemudian, nada bicara Prabowo semakin meninggi. Prabowo mengatakan, Anies bukan lagi anak kecil, harusnya sudah paham.
"Dan kita ini bukan anak kecil Mas Anies, ya. Anda juga paham ya. Sudah lah, ya," kata Prabowo.
Anies pun hanya tersenyum mendengar pernyataan tersebut.
merdeka.com
Advertisement
Prabowo pun melanjutkan bahwa masyarakat yang akan menilai pada saat hari pencoblosan. Kalau tidak suka Prabowo-Gibran, rakyat tidak perlu memilih.
"Sekarang begini, intinya rakyat putuskan, rakyat yang menilai. Kalau rakyat tidak suka Prabowo dan Gibran, enggak usah pilih kami saudara saudara sekalian," katanya.
Selanjutnya, nada Prabowo semakin tinggi. Ia menegaskan tidak takut tidak punya jabatan. Bahkan, mantan Danjen Kopassus ini sambil memberikan gestur menunjuk-nunjuk ke arah Anies.
"Dan saya tidak takut tidak punya jabatan Mas Anies. Sorry ye. Sorry ye," kata Prabowo. Terlihat, Gibran di belakangnya sampai berdiri dan mengangkat-angkat tangannya.
"Mas Anies, Mas Anies, saya tidak punya apa-apa, saya sudah mati untuk negara ini," tegasnya.
Kemudian, Anies menjawab santai Prabowo dengan sebuah cerita. Anies menyinggung dimana-mana masalah ordal atau orang dalam menjadi masalah.
Bahkan ada guru yang mengeluhkan kepada Anies bahwa untuk menjadi guru perlu orang dalam. Karena mereka mencontoh apa yang terjadi di pemerintahan pusat.
"Beberapa orang guru sampaikan pengangkatan guru ordal kalau ga ordal ga bisa jadi guru. Wong di Jakarta pakai ordal," ujarnya.
Advertisement