Politisi Golkar nilai pidato Jokowi jadi modal untuk Pilpres 2019

Rabu, 16 Agustus 2017 22:47 Reporter : Sania Mashabi
Politisi Golkar nilai pidato Jokowi jadi modal untuk Pilpres 2019 Sidang tahunan MPR di Gedung Nusantara. ©Setpres RI

Merdeka.com - Saat menyampaikan pidatonya dalam sidang bersama MPR/DPR/DPD, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan segala capaian pembangunan Indonesia dan tantangannya. Politisi Partai Golkar menilai, pidato tersebut menjadi modal penting bagi Jokowi untuk kembali maju di pertarungan Pemilihan Presiden 2019.

"Oh iya pasti (jadi modal pilpres 2019). Sekarang mudah menilai kinerja pemerintah dengan angka-angkanya ada bagaimana beliau saat start dan mudah-mudahan tren makin baik ke depan, terutama bidang infrastruktur semua maju betul," ujar politikus Golkar, Zainudin Amali, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/8).

Dari paparan tersebut, dia yakin partainya semakin kuat memberikan dukungan bagi Gubernur DKI Jakarta itu. Apalagi, partai berlambang pohon beringin itu sudah terang-terangan mencalonkan Jokowi sebagai capres 2019.

"Kami dengan capaian-capaian menambah keyakinan kami berikan dukungan kepada pemerintah apalagi partai sudah memutuskan beliau Capres 2019. Artinya menambah keyakinan partai memberikan dukungan beliau," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dirinya menyadari manfaat dari pembangunan belum seluruhnya dirasakan hingga pelosok Tanah Air. Maka dari itu, di tahun ketiga pemerintahannya, akan fokus pada pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

"Kita menyadari bahwa manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok Tanah Air," ujarnya saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8).

Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah ingin rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rakyat di Aceh harus bisa merasakan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sanitasi dan air bersih maupun pelayanan transportasi, sama baiknya dengan apa yang dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lain di seluruh pelosok negeri. "Kita ingin rakyat di perbatasan Papua, bisa memiliki rasa bangga pada Tanah Airnya, karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik."

Presiden juga ingin rakyat Papua di pegunungan juga bisa menikmati harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan pokok yang sama dengan saudaranya di wilayah lain Indonesia. "Kita ingin rakyat Pulau Miangas bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil. Kita ingin rakyat di Pulau Rote juga bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas dan turunnya biaya logistik. Kita ingin kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat," jelasnya.

Presiden menambahkan, walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 68,90 di 2014 menjadi 70,18 di 2016, dirinya meminta semua pihak tidak boleh cepat berpuas diri. "Kita juga harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan, yang saat ini Indeks Gini Rasio bisa kita turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017." [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini