Polisi: CW Aktor Intelektual Ibu-Ibu Sebar Hoaks di Karawang

Selasa, 5 Maret 2019 15:01 Reporter : Merdeka
Polisi: CW Aktor Intelektual Ibu-Ibu Sebar Hoaks di Karawang Tiga pelaku kampanye hitam Jokowi. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Polisi mengungkap aktor intelektual di balik kasus ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat sebar hoaks soal Jokowi menang Azan akan dilarang, LGBT diperbolehkan. Salah satu tersangka, yakni CW (44) memiliki peran paling dominan dalam kasus tersebut.

"Yang paling dominan itu si tersangka CW, dia sebagai kreator sekaligus buzzer. Ini aktor intelektual," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Selasa (5/3).

Menurut Dedi, tiga tersangka yakni CW, ES (49), dan IP (45) memiliki latar belakang yang berbeda. CW memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Dia juga berprofesi sebagai guru privat Bahasa Inggris.

"Kalau yang dua ini hanya lulusan SD penjual karedok, yang satunya ibu rumah tangga biasa. Karena merasa masih kerabat, maulah membantu memerankan ngomong dengan bahasa Sunda," tuturnya.

Semua materi terkait isu jika Jokowi menang tidak akan ada lagi azan berkumandang dan pernikahan sejenis bakal dilegalkan, disiapkan oleh CW. Dia juga yang mengarahkan agar ES dan IP menyampaikan isu tersebut ke masyarakat dan direkam untuk diviralkan.

"Dua (tersangka) ini nggak ngerti apa-apa. Ini gaptek juga. Jadi ikut serta saja," kata Dedi.

Saat ini, pihak keluarga ES dan IP tengah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Polisi membuka peluang untuk mengabulkan permohonan tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan dengan pertimbangan penyidik, kalau benar hanya ikut-ikutan itu bisa ditangguhkan. Tapi ini (CW) nggak mungkin, karena ini aktor intelektual. Dia sebagai kreator sekaligus buzzer," ucap Dedi menandaskan.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini