Polda DIY Siapkan Skenario Arus Nataru, Antisipasi Lonjakan 2,4 Juta Kendaraan di Yogyakarta

Polda DIY siapkan skenario arus Nataru untuk mengantisipasi lonjakan hingga 2,4 juta kendaraan di Yogyakarta, termasuk rekayasa lalu lintas di kawasan Malioboro dan jalur alternatif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda DIY Siapkan Skenario Arus Nataru, Antisipasi Lonjakan 2,4 Juta Kendaraan di Yogyakarta
Polda DIY siapkan skenario arus Nataru untuk mengantisipasi lonjakan hingga 2,4 juta kendaraan di Yogyakarta, termasuk rekayasa lalu lintas di kawasan Malioboro dan jalur alternatif. (AntaraNews)

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah gencar mempersiapkan diri menghadapi lonjakan arus kendaraan yang diperkirakan terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Institusi kepolisian ini telah menyiapkan skenario arus lalu lintas untuk mengantisipasi volume kendaraan yang diproyeksikan mencapai hingga sekitar 2,4 juta kendaraan. Persiapan matang ini bertujuan untuk menjaga kelancaran dan keamanan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang tersebut.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi menjelaskan bahwa proyeksi peningkatan volume kendaraan ini mengacu pada data arus Nataru 2024/2025 yang mencapai sekitar 1,6 juta kendaraan. Dengan demikian, pihaknya memperkirakan adanya peningkatan volume lalu lintas sekitar 50 persen pada Nataru kali ini. "Kami sudah siap ketika peningkatan itu kurang lebih sekitar 50 persen atau di angka 2,4 juta kendaraan," ujar Kombes Pol Yuswanto Ardi di Yogyakarta, Minggu (21/12).

Antisipasi kepadatan lalu lintas ini tidak hanya difokuskan pada jalur utama menuju Kota Yogyakarta, tetapi juga mencakup kawasan-kawasan wisata yang diprediksi akan sangat ramai. Untuk mendukung kelancaran arus, petunjuk rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan dan akan disosialisasikan melalui QR code agar dapat dipindai serta diakses langsung oleh masyarakat.

Strategi Antisipasi dan Jalur Alternatif untuk Kelancaran Arus Nataru

Polda DIY siapkan skenario arus Nataru dengan fokus utama pada jalur-jalur padat dan destinasi wisata populer. Kombes Pol Yuswanto Ardi menegaskan bahwa kesiapan menghadapi peningkatan 50 persen volume kendaraan telah dipertimbangkan secara matang. Ini termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran di lapangan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah mengimbau para pengendara yang tidak memiliki tujuan ke pusat Kota Yogyakarta agar menghindari jalur tersebut. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi potensi kepadatan di area inti kota yang seringkali menjadi titik rawan kemacetan.

Sebagai respons, Polda DIY telah menyiapkan jalur seputaran Ring Road sebagai alternatif utama bagi pengendara. Jalur Ring Road Utara, Selatan, Barat, dan Timur akan menjadi pilihan yang efektif untuk mengurai kepadatan di pusat kota dan memudahkan mobilitas.

Untuk memudahkan masyarakat dalam bernavigasi, petunjuk rekayasa lalu lintas akan diluncurkan melalui QR code. "Kami akan me-'launching' beberapa petunjuk dengan menggunakan QR code, yang mana itu dapat langsung dipindai oleh masyarakat," kata Kombes Pol Yuswanto Ardi.

Rekayasa Lalu Lintas Malioboro Akibat Penutupan Jembatan Kewek

Kawasan Malioboro, sebagai salah satu ikon pariwisata Yogyakarta, diperkirakan akan mengalami perubahan pola pergerakan lalu lintas yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh penutupan Jembatan Kewek yang menjadi jalur krusial, menuntut Polda DIY siapkan skenario arus Nataru khusus untuk area ini.

Rekayasa lalu lintas ini mengharuskan kendaraan dari arah Stasiun Tugu tidak lagi dapat langsung belok ke Malioboro. Pengendara kini diwajibkan memutar melalui Stadion Kridosono untuk dapat mencapai kawasan tersebut.

Dampak dari rekayasa ini juga meluas hingga ke sekitar simpang Gramedia dan jalan di depan Rumah Sakit Bethesda. Kendaraan yang datang dari simpang Gramedia akan diizinkan untuk mengarah ke timur, melewati depan Rumah Sakit Bethesda.

Selanjutnya, untuk dapat masuk ke kawasan Malioboro, pengendara disarankan untuk melalui flyover Lempuyangan. Perubahan rute ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan di titik-titik strategis sekitar Malioboro dan sekitarnya.

Data Terkini Peningkatan Arus Kendaraan di DIY

Data pemantauan terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pergerakan orang dan kendaraan di wilayah DIY menjelang Nataru. Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubdit Kamsel) Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum menyampaikan laporan terkini mengenai situasi ini.

Pada Minggu (21/12), pemantauan "people counting" mencatat lebih dari 7.000 pergerakan orang di kawasan Malioboro antara pukul 13.00-14.00 WIB. Angka ini mengindikasikan tingginya minat kunjungan masyarakat ke destinasi wisata tersebut.

Sementara itu, "traffic counting" pada jam yang sama juga menunjukkan volume kendaraan yang cukup tinggi di pintu masuk kota dan ruas perbatasan DIY-Jawa Tengah. Lebih dari 11 ribu kendaraan tercatat memasuki wilayah DIY dalam satu jam.

Aktivitas arus di exit tol juga mengalami peningkatan, terutama melalui Exit Prambanan, dengan 827 kendaraan masuk dan 852 kendaraan keluar. AKBP Widya Mustikaningrum menegaskan, "Kalau melihat angka memang terjadi peningkatan dan di lapangan pun terlihat memang meningkat."

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi