PKS Tegaskan Tetap di Koalisi Andai Prabowo Dinyatakan Kalah

Jumat, 3 Mei 2019 21:00 Reporter : Hari Ariyanti
PKS Tegaskan Tetap di Koalisi Andai Prabowo Dinyatakan Kalah mardani ali sera. ©2019 Merdeka.com/hari ariyanti

Merdeka.com - Gonjang ganjing keretakan di tubuh koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi berembus sejak bertemunya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan Presiden Joko Widodo. Namun pimpinan parpol dalam koalisi tersebut membantah adanya keretakan.

PKS pun menegaskan akan tetap berada dalam koalisi walaupun pada tanggal 22 Mei nanti Prabowo-Sandi dinyatakan kalah oleh KPU.

"PKS sampai sekarang istiqomah bersama koalisi Adil Makmur," kata politikus PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

Mardani mengatakan, PKS mengedepankan politik etika. Sikap ini juga telah mereka tunjukkan pada Pilpres 2014. Saat itu, kendati parpol pengusung pasangan Prabowo-Hatta banyak beralih mendukung pemerintah, PKS tetap bertahan menjadi oposisi bersama Gerindra.

"Ada teman-teman PPP, Golkar, PAN tapi habis itu tiga-tiganya ke Pak Jokowi. Ya enggak kenapa. Itu sih hak politik. Seperti Pak AHY ketemu (Jokowi), monggo. Semua kita ini ketika koalisi tidak bermakna koalisi itu membatasi setiap individu partai melakukan komunikasi, monggo," ujarnya.

"Kita koalisi yang dewasa kok, enggak koalisi yang suudzon. Apapun monggo saja begitu dan kami yakin koalisi Adil Makmur ini dibangun bukan untuk kepentingan kekuasaan tetapi semata-mata ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran, kesejahteraan bagi rakyat Indonesia," lanjutnya.

Mardani meyakinkan pihaknya tak akan merapat ke kubu Jokowi karena merupakan keinginan para kader yang mendukung partainya. Dia pun menceritakan pertemuannya dengan Jokowi di Istana pada tahun 2015 lalu. Saat itu petinggi PKS termasuk Presiden PKS Sohibul Iman bertemu Jokowi dan menyatakan akan tetap berada di kubu oposisi.

"Dari awal saya bilang Pak Jokowi nyuwun sewu kami PKS tetap di luar pemerintahan, kami akan kritik apa yang salah, kami akan dukung apa yang benar tetapi izinkan kami di luar," tuturnya.

Kendati berada di kubu oposisi dan gencar mengkritik berbagai kebijakan pemerintah, Mardani mengatakan hubungan dengan Jokowi tetap baik.

"Jadi buat kita hubungan tetap baik tapi sikap politik harus biasa (sebagai oposisi)," pungkasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini