PKS sebut Asyik 'jual' #2019GantiPresiden karena suara Prabowo capai 60 % di Jabar

Kamis, 17 Mei 2018 13:01 Reporter : Sania Mashabi
pasangan Asyik pamerkan kaus 2019 ganti presiden di debat pilgub jabar. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku tidak mengetahui persis apa motif dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) membentangkan kaus #2019GantiPresiden dalam debat Pilgub putaran kedua. Namun dia, memperkirakan hal itu terjadi karena ada 60 persen pemilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Motif mungkin bisa ditanyakan langsung (pada Asyik). Tapi bisa jadi memang pemilih Pak Prabowo besar di Jabar mencapai 60 persen," kata Mardani saat dihubungi merdeka.com, Kamis (17/5).

Mardani memahami bahwa dalam setiap debat memiliki aturan. Namun dia yakin tim kampanye asyik memiliki alasan tersendiri terkait hal tersebut.

"Untuk bab pelanggaran tentu tim kampanye saya yakin punya alasan," ucap Mardani yang juga inisiator gerakan #2019GantiPresiden ini.

Diketahui, dalam debat Pilgub Jabar di Balairung UI sempat ricuh. Hal itu terjadi, closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok.

"Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5). [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini