PKS Kritik Jumlah Staf Khusus Presiden dan Wapres: Keuangan Negara Sedang Berat

Senin, 25 November 2019 20:51 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKS Kritik Jumlah Staf Khusus Presiden dan Wapres: Keuangan Negara Sedang Berat Jokowi kenalkan staf khusus milenial. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik pengangkatan Staf Khusus Presiden dan Wakil Presiden. PKS menilai, Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin terkesan menghamburkan uang negara untuk menggaji para staf khususnya.

"Mestinya sudah mengikuti aturan yang ada. Terkesan memang banyak. Padahal kondisi keuangan negara sedang berat," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera melalui pesan singkat, Senin (25/11).

Mardani juga mengkritik tugas para Staf Khusus Presiden dan Wakil Presiden. Menurutnya, pengangkatan staf khusus tanpa pembagian tugas yang jelas berpotensi tumpang tindih.

"Plus tanpa pembagian tugas dan tupoksi yang jelas bisa jadi tumpang tindih," sebutnya.

Dia juga menilai staf khusus ini tidak akan berkerja produktif. Mardani menyarankan Presiden Jokowi menjelaskan tugas mereka masing-masing dengan jelas.

"Tanpa tupoksi dan KPI susah untuk produktif. Dan tugas Presiden menjelaskan," sebutnya.

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin baru saja mengumumkan staf khusus mereka. Jokowi mengumumkan tujuh staf khusus milenial. Ma'ruf mengumumkan delapan staf khusus Wapres. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini