PKB mengungkapkan, alasan pernyataan dari Gus Dur terkait Prabowo tersebut
Advertisement
Hal itu menjadi faktor jika koalisi PKB dan Gerindra menjadi yang terbaik.
"Saya ingat betul omongan Gus Dur, Pak Prabowo, Anda akan jadi presiden nanti di akhir-akhir usia Anda yang semakin tua,"
kata Huda mengulang pernyataan Gus Dur di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (1/8).
Advertisement
merdeka.com
Advertisement
Advertisement
ucap Huda kepada wartawan.
Kendati demikian, dia menilai sifat ikhlas dari Prabowo saja tidak cukup untuk membawa kemenangan di Pilpres nanti. Prabowo perlu dilengkapi dengan sifat baik.
Advertisement
"Menurut saya, tidak cukup di situ, kalau orang ikhlas harus ketemu orang baik dan Gus Imin orang baik dalam konteks ini. Kalau orang ikhlas itu ketemu orang yang pragmatis, enggak akan ketemu itu," ujar Huda.
Huda lantas menjelaskan mengapa Cak Imin dianggap sebagai orang baik. "Karena yang dititipkan oleh Gus Imin hanya urusan bagaimana mengurus warga Nahdliyin, ngurus pondok pesantren, bagaimana kesejahteraannya baik, enggak ada motif lain bro. Gus Imin. Enggak ada kebutuhan menginvestasikan apa, enggak ada. Membesarkan perusahaan apa, enggak ada," papar Huda.
Advertisement
Advertisement
Huda menunjukan indikasi apa saja yang kemudian membuat dirinya menilai koalisi PKB-Gerindra menjadi yang terbaik.
Salah satunya ada kondisi PKB dan Gerindra yangsama-sama butuh untuk memenuhi 20 persen presidential threshold. Tetapi ditegaskan Huda, kebutuhannya itu realistis dan objektif. "Hitungannya seperti apa? Yang pertama, PKB adalah partai politik yang memenangkan Pemilu 2019 di Jawa Timur dan pemenang kedua di Jawa Tengah, saat yang sama Gerindra pemenang di Jawa Barat dan Banten. Jadi dua-duanya saling melengkapi," kata Huda di kantor DPP PKB dalam serial talk show bertajuk "Gus Imin Pilih Siapa?", Selasa (1/8).