Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pidato Prabowo: Negara Kaya Rakyatnya Masih Miskin

Pidato Prabowo: Negara Kaya Rakyatnya Masih Miskin Prabowo Sambangi Rumah SBY. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - "Inikah keadaan kondisi kejanggalan yang besar, paradoks negara kaya rakyatnya masih banyak yang miskin."

Demikian diungkap Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Pidato Kebangsaannya di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/1).

Dalam pidato tersebut dihadiri sejumlah ketua umum partai politik koalisi Indonesia Adil Makmur. Prabowo mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang ia nilai kini tengah dihadapi negeri ini.

"Sodara-sodara kita impor semua bahan-bahan yang mampu diproduksi orang kita sendiri. Kadang-kadang kita heran apa ada pemerintah seperti sekarang yang seolah-olah membiarkan rakyatnya," ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menjabarkan, apakah negara seperti saat ini ternyata dimana banyak impor yang diharapkan para pejuang terdahulu.

"Inikah negara yang dicita-citakan Bung Karno, Bung Syahrir, Jenderal Sudirman, KH Hasjim Asy'ari, KH Ahmad Dahlan, KH Wahid Hasyim, KH Bung Tomo, I Gusti Ngurah Rai, Mayor Daan Mogot, Woltermonginsidi," katanya.

Pun ia menyentil soal membengkaknya utang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Sehingga, membuat sejumlah rumah sakit tidak mampu melayani pasien dari kalangan tak mampu.

"Negara yang sekarang begitu banyak rumah sakit menolak pasien karena BPJS belum bayar utang, yang rumah sakit terpaksa mengurangi pelayanan untuk masyarakat," tuturnya.

Selain itu, Prabowo juga menyentil masih banyaknya rakyat yang mengalami kekurangan gizi. "Negara yang satu dari tiga anak di bawah 5 tahun mengalami gagal tumbuh karena kurang protein, kurang gizi. Karena ibunya juga kurang gizi selama mengandung," tegasnya yang disambut gemuruh hadirin.

"Sodara-sodara apakah kita tetap mau seperti ini? menjadi bangsa yang kalah sebelum keluar dari kandungan ibu?" tanya Prabowo yang disambut dukungan dari relawan.

Dalam pidato kebangsaannya, Prabowo juga menyebut sejumlah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang ia nilai mendekati kebangkrutan. Seperti Pertamina dan maskapai pelat merah Garuda Indonesia.

"Negera yang membiarkan BUMN-BUMN yang kita banggankan, Pertamina, Garuda Indonesia membawa bendera Indonesia yang lahir dalam perang kemerdekaan kita sekarang dalam keadaan bisa dibilang bangkrut," ujar Prabowo.

"Pertamina perusahaan yang menopang pembangunan Indonesia selama dasawarsa-dasawarsa lalu panutan negara-negara berkembang, sekarang dalam keadaan sulit. Krakatau Steel kebanggaan kita dibangun Pak Karno disahkan Pak Harto, sekarang utangnya mengerikan," ungkap Prabowo disambut sorakan relawan yang hadir.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP