PDIP: Untuk Pemilih Generasi Tua, Baliho Masih Efektif

Selasa, 19 Oktober 2021 16:31 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PDIP: Untuk Pemilih Generasi Tua, Baliho Masih Efektif Baliho Puan Maharani di Kota Batu Dirusak. ©2021 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira menilai, kampanye lewat baliho masih efektif digunakan jika dipasang di kampung-kampung. Menurutnya, kampanye lewat baliho mempunyai segmen tertentu.

Andreas menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menilai kampanye lewat baliho sudah ketinggalan zaman. Sebab, masyarakat sekarang lebih melek teknologi dan mengonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

"Kalau di kota pasti tidak efektif, juga mencari ruang untuk pasang baliho pun sulit. Tapi kalau di kampung-kampung dan terutama untuk target pemilih usia di atas generasi tua, baliho masih efektif," katanya lewat pesan tertulis, Selasa (19/10).

Andeas mengatakan, pemilih untuk pemilu maupun pilpres bukan hanya didominasi kaum minelial. Tetapi, penggunaan media sosial juga perlu dimanfaatkan.

"Kan pemilih bukan hanya milenial, juga di kampung-kampung saya melihat baliho tetap efektif, di samping tentu kampanye digital online dan lain-lain," ucapnya.

Yang terpenting, kata dia, semua media kampanye semaksimal mungkin digunakan untuk pengenalan figur politik. Tujuannya agar bisa meraih pemilih sebanyak-banyaknya.

"Yang namanya untuk pengenalan figur dan kampanye tentu semua alat sebisa mungkin digunakan, sehingga bisa meraih sebanyak mungkin segmen pemilih," pungkas anggota DPR RI ini.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil menilai kampanye lewat baliho sudah ketinggalan zaman. Saat ini, masyarakat lebih melek teknologi dan mengonsumsi segala macam informasi lewat internet termasuk sosial media.

Hal itu dikemukakan Kang Emil menjadi narasumber Musyawarah Nasional Alim Ulama PPP di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang.

"Jadi generasi Z ini tidak mengonsumsi PPP lewat baliho, tapi lewat handphone. Jadi kalau kader PPP masih 'maen' baliho itu ketinggalan zaman dan baliho itu mahal. Kalau ingin PPP bangkit investasikan ke cara generasi baru. Ubah cara dakwah politiknya, jauhi cara konvensional," kata dia dilansir Antara, Senin (18/10).

Kang Emil, begitu dia disapa, menyarankan agar para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) harus inovatif dalam berkampanye seperti berkampanye sesuai dengan kondisi zaman saat ini.

"Cara menarik simpati masyarakat tak bisa lagi pakai cara konvensional. Saya itu mengamati dari dulu tahun 1955 sampai pemilu kemarin. Kenapa persentase partai Islam tak signifikan padahal umat Islam 90 persen tapi ketika nyoblos enggak ke partai muslim," kata Kang Emil. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini