PDIP Ungkap Alasan Kenapa Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Baiknya Dipercepat

Sabtu, 28 September 2019 16:41 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
PDIP Ungkap Alasan Kenapa Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Baiknya Dipercepat KPU Tetapkan Jokowi-Maruf sebagai Presiden-Wakil Presiden Terpilih. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira tak setuju apabila pelantikan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wapres terpilih dilakukan pada 20 Oktober 2019. Sebab, pada tanggal itu jatuh di hari Minggu.

Andreas lantas setuju dengan keinginan Jokowi yang mengusulkan pelantikan dipercepat. Asalkan, tidak dimundurkan pada Senin 21 Oktober.

"Masa jabatan presiden 5 tahun. Kalau dilantik sebelumnya maka tidak terjadi kekosongan kekuasaan," kata Andreas kepada merdeka.com, Sabtu (28/9).

1 dari 1 halaman

Tak Boleh Ada Kekosongan Kekuasaan

Andreas tak ingin adanya kekosongan kekuasaan apabila pelantikan presiden mundur. Sebab, masa jabatan Jokowi-Ma'ruf habis pada 19 Oktober.

"Tapi kalau dilantik setelah tanggal 20, artinya bisa terjadi vacum of power. Antara berakhirnya massa jabatan dan hari pelantikan," kata Andreas.

Posisi ini pun menjadi dilematis. Sebab dia yakin, alasan percepatan pelantikan Jokowi-Ma'ruf akan menuai polemik di masyarakat. Sementara tanggal 20 Oktober, jatuh pada hari libur.

"Karena 20 Oktober jatuh pada hari Minggu. Kalau maju tidak bisa dipahami, tapi kalau mundur makan akan terjadi kekosongan kekuasaan," tambah dia. [rnd]

Baca juga:
PSI: Jokowi akan Ambil Keputusan Strategis Demi Selamatkan Bangsa
PKS Tak Masalah Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Dipercepat Sehari
Pakar Hukum Nilai Perppu KPK Opsi Ideal bagi Jokowi Redam Protes Publik
Jokowi Minta Pelantikan Presiden Dipercepat, PDIP Nilai Baiknya Hari Kerja
Jokowi Minta Pelantikan Presiden dan Wapres Dipercepat Sehari
Jokowi Tak Segera Keluarkan Perppu, Eks Aktivis 98 Nilai Demo akan Terus Terjadi

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi
  2. PDIP
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini