Pansus angket KPK tak pernah bahas isu Golkar mau tarik anggota

Rabu, 10 Januari 2018 21:09 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Pansus angket KPK tak pernah bahas isu Golkar mau tarik anggota Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya mengatakan pihaknya belum membahas wacana Fraksi Golkar menarik kadernya dari keanggotaan. Eddy menyebut Pansus masih bekerja sampai merumuskan rekomendasi akhir.

"Kita di pansus angket masih bekerja sebagaimana biasa, sedangkan isu yang disampaikan tentang Golkar yang akan menarik anggota dan lain-lain belum dibahas di pansus," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/1).

Saat ini, Pansus tengah merancang rumusan rekomendasi akhir. Jika dalam waktu dekat KPK masih mangkir datang ke DPR, maka rekomendasi akhir akan dibuat tanpa ada konfirmasi.

Dia menyebut proses di Pansus bisa selesai pada 1 Februari 2018. "Dan kebetulan masalah Pansus Angket tinggal perumusan rekomendasi dan rencananya 1 Februari, pansus sudah selesai," ujarnya.

Eddy menolak membocorkan isi rumusan rekomendasi akhir Pansus. Dia hanya menyebut, rekomendasi-rekomendasi berkaitan dengan objek penyelidikan Pansus. Rekomendasi Pansus diklaim

"Hanya ada tambahan-tambahan sih. Karena ini kan masih bergulir terus. Namanya informasi kan masuk-masuk, ditambahkan. Cuma kemarin tim perumus sudah merumuskan," ungkapnya.

Disinggung salah satu isi rekomendasi mengenai wacana revisi UU KPK, Eddy mengaku harus membahasnya bersama pimpinan DPR.

Politikus PDIP ini mengklaim rekomendasi Pansus mengarah pada penguatan lembaga KPK, semisal menambah kewenangan penyadapan. Dia berharap rekomendasi Pansus bisa membuat KPK lebih tegas, kuat dan bekerja sesuai koridor hukum.

"Enggak dikurangi, dikuatkan termasuk penyadapan, kan itu belum ada. Memang harus ada rekomendasi tentang penyadapan supaya kuat dan mempunyai kekuatan hukum," paparnya [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini