Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI

Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI

Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI

Selain melaporkan ke Panwaslu, pelanggaran ini juga akan diinformasikan kepada partainya.

Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI

Pangilam Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjen Yanuar Adil melaporkan kepada Panglima TNI Laksama TNI Yudo Margono terkait adanya Purnawirawan TNI yang menggunakan atribut TNI dalam berkampanye. Karena, anggota tersebut mencalonkan sebagai Calon Legislatif (Caleg).

"Di tempat kami ada purnawirawan yang sudah tidak aktif, mencalonkan menjadi anggota legislatif. Tapi dia masih menggunakan atribut TNI, di foto terpasang dengan menggunakan atribut lengkap," kata Yanuar dalam acara pengarahan Panglima TNI terkait netralitas TNI dalam Pemilu 2024 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/9).

Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI
Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI

Yanuar mengungkapkan, langkah yang sudah dilakukan oleh pihaknya yakni melaporkan hal itu kepada Komandan Kodim (Dandim) agar melaporkan hal itu kepada Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) serta ke partainya.

"Itu sudah berjalan kira-kira satu minggu setengah, tapi dari pihak sana masih belum bereaksi tentang adanya baliho dari dia," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Yudo ingin agar dalam menyalonkan diri sebagai anggota Caleg tidak menggunakan atribut TNI. Bahkan, tidak boleh digunakan untuk berkampanye.

"Ini termasuk teknis akan saya sampaikan tadi. Nanti untuk itu, ini harus segera dikeluarkan memang, jadi untuk TNI yang menyalonkan legislatif, kampanye tidak boleh menggunakka atribut TNI, berarti seragam, mobil dinas, sarana dan prasarana tidak boleh, jadi atribut tidak boleh," ujar Yudo.

Oleh karenanya, Yudo mengaku, akan melakukan aturan terkait hal tersebut. Kendati demikian, terkait dengan gambar yang dimaksudkannya itu untuk bisa disampaikan secara humanis.

"Nanti akan saya keluarkan, untuk aturannya. Kalau gambar disampaikan secara persusif dulu, secara humanis dulu, pak ini enggak boleh, bapak kan sudah pensiun. Sekali," kata Yudo.

Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI
Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI

Namun, jika secara humanis sudah dilakukan hingga adanya peringatan mencapai tiga kali dan tidak ditanggapi. Maka, harus dilakukan secara paksa.

"Makanya nanti biar ada ketentuan yang pas dan bisa digunakan refenrensi, untuk para pimpinan kotama maupun prajurit di lapangan nanti akan saya keluarkan (aturan), beri peringatan pertama, kedua, ketiga. Kalau enggak mau harus dipaksa, karena memang enggak boleh," pungkas Yudo.

Panglima Terima Laporan Purnawirawan Nyaleg Pakai Atribut TNI
Janjikan Korban PNS di Pemkot Tangsel, Pegawai Kesbangpol dan Warga Sipil Ditetapkan Tersangka
Janjikan Korban PNS di Pemkot Tangsel, Pegawai Kesbangpol dan Warga Sipil Ditetapkan Tersangka

Berdasarkan informasi, setelah penangkapan HW di Majalengka, SA kemudian menyerahkan diri ke Polsek.

Baca Selengkapnya
Sosok Pengusaha Penyuap Jenderal Bintang Tiga TNI AU Henri Alfiandi
Sosok Pengusaha Penyuap Jenderal Bintang Tiga TNI AU Henri Alfiandi

Mulsunadi tersangka pemberi suap Kepala Basarnas Henri Alfiandi.

Baca Selengkapnya
Pemprov Kaltim Raih Anugerah KPI 2023 dalam Kategori Pemerintah Peduli Penyiaran
Pemprov Kaltim Raih Anugerah KPI 2023 dalam Kategori Pemerintah Peduli Penyiaran

Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menyampaikan terima kasih kepada lembaga penyiaran yang konsisten memberikan pelayanan informasi terbaik.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
KPU Tak Masalah Peserta Pemilu Pasang Atribut Asal Tak Kampanye
KPU Tak Masalah Peserta Pemilu Pasang Atribut Asal Tak Kampanye

Hasyim menegaskan, sosialisasi hanya bisa dilakukan oleh peserta Pemilu yang sudah ada saat ini adalah partai politik, bukan calon presiden, mau pun caleg.

Baca Selengkapnya
Kekecewaan Panglima TNI Usai Kepala Basarnas Jadi Tersangka Korupsi di KPK
Kekecewaan Panglima TNI Usai Kepala Basarnas Jadi Tersangka Korupsi di KPK

KPK meminta maaf karena pihaknya tidak koordinasi terlebih dahulu dengan pihak TNI sebelum mengumumkan keterlibatan Henri Alfandi.

Baca Selengkapnya
Menanti Pelukan yang Tercinta di Ujung Dermaga
Menanti Pelukan yang Tercinta di Ujung Dermaga

Info diterima, kapal mengalami kebocoran dan hilang kontak.

Baca Selengkapnya
Kubu SYL Klaim Ada Petinggi Partai Terlibat Proyek di Kementan, KPK: Menarik Itu
Kubu SYL Klaim Ada Petinggi Partai Terlibat Proyek di Kementan, KPK: Menarik Itu

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan informasi itu menarik untuk didalami

Baca Selengkapnya
Polisi Tangkap Kurir Napi Nusakambangan, Sabu Seberat Hampir 10 Kg Disita
Polisi Tangkap Kurir Napi Nusakambangan, Sabu Seberat Hampir 10 Kg Disita

Tim gabungan mendatangi rumah pelaku di Jalan Beringin Raya, Lorong Kayu Ara, Kecamatan Ilir Timur III Palembang

Baca Selengkapnya
Cerita Mahfud Tidak Pernah Dekati Partai Tiba-Tiba Dipanggil Megawati untuk Jadi Cawapres Ganjar Tanpa Biaya Sepeserpun
Cerita Mahfud Tidak Pernah Dekati Partai Tiba-Tiba Dipanggil Megawati untuk Jadi Cawapres Ganjar Tanpa Biaya Sepeserpun

Mahfud mengungkapkan untuk dapat menjadi cawapres memerlukan pengorbanan, salah satunya dalam hal materil.

Baca Selengkapnya