Panelis Debat Kedua Pilpres: Kita Susun Pertanyaan Yang Tak Normatif

Jumat, 8 Februari 2019 19:22 Reporter : Nur Habibie
Panelis Debat Kedua Pilpres: Kita Susun Pertanyaan Yang Tak Normatif Rektor ITS Joni Hermana. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama delapan panelis debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (8/2). Debat kedua Pilpres 2019 nanti akan digelar pada 17 Febuari 2019 mendatang di Holten Sultan, Jakarta Pusat.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres Joni Hermana mengatakan, pertanyaan-pertanyaan yang akan dibuat oleh para panelis nanti berbeda pada debat pertama pilpres. Hal itu agar tak ada jawaban yang sama dari para pasangan calon presiden-wakil presiden.

"Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, normatif," katanya, Jumat (8/2).

Selain karena agar tak ada jawaban yang sama dari para paslon, juga bertujuan untuk masyarakat agar lebih mengetahui konsep apa yang dipunya dari masing-masing paslon.

"Sehingga memberi gambaran kepada audience dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu," ujarnya.

Oleh karena itu, para panelis ini akan mulai menyusun pertanyaan malam ini. Karena, siang pukul 14.00 WIB mereka melakukan FGD terlebih dahulu dengan NGO terkait tema pada debat kedua pilpres.

"Baru malam ini kita mau buka di sini. Kan kita tadi tidak ada dialog, kita hanya mendengarkan saja dan mendapatkan masukan dari NGO plus beberapa data yang mereka sampaikan. Nah malam ini kita akan bahas diantar panelis sendiri hal-hal apa yang menurut kita penting dan topik-topik apa yang akan kita angkat dan data yang kita akan gunakan," ucapnya.

"Nanti malam sampai besok (Minggu) kita hanya susun pertanyaan dengan panelis saja tidak dengan NGO atau LSM lain," sambungnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama delapan panelis debat kedua Pilpres 2019 yang digelar pada 17 Febuari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. FGD ini dilakukan di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, dalam FGD ini akan membahas terkait materi dan merumuskan pertanyaan pada debat nanti. Dalam FGD ini sendiri juga menghadirkan, beberapa orang dari Non Government Organization (NGO) yang untuk memberikan masukan kepada panelis dalam merumuskan pertanyaan dengan tema pada debat kedua nanti.

"Nah kalau catatan itu sudah disampaikan kepada panelis, panelis nanti akan merapatkan dan memberikan usulan itu. Lalu membuat rapat untuk menarasikan pertanyaan yang akan disampaikan di debat kedua," kata Arief. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini