PAN Yakin Elektabilitas Prabowo-Sandi Dua Bulan ke Depan Akan Terus Naik

Kamis, 31 Januari 2019 18:16 Reporter : Sania Mashabi
PAN Yakin Elektabilitas Prabowo-Sandi Dua Bulan ke Depan Akan Terus Naik Hanafi Rais. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais tidak ingin berkomentar banyak mengenai hasil penghitungan lembaga survei yang mengatakan debat pertama tak membawa dampak signifikan bagi elektabilitas bagi kedua pasang capres-cawapres.

Dia yakin elektabilitas capres-cawapres yang didukung PAN, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno akan terus menanjak.

"Tapi yang jelas insyaAllah ada kabar gembira mulai Januari ini sampai dua bulan ke depan karena anginnya makin bagus dan insyaAllah kita juga optimis bahwa insyaAllah kemenangan nanti 2019 milik Prabowo-Sandi," kata Hanafi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Dia menilai, debat capres-cawapres tahap pertama kemarin memang cukup memberikan dampak signifikan. Terutama dalam respon di media sosial.

"Secara survei di antara masyarakat, populasi itu juga punya dampak yang sangat bagus. sehingga kita punya rencana-rencana yang lebih strategis untuk menghadapi 17 Februari debat berikutnya," ungkapnya.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini menegaskan, pihaknya juga memiliki survei internal untuk mengukur elektabilitas Prabowo-Sandi. Namun Hanafi tidak ingin mengungkapkannya publik.

"Kita survei internal, tiap bulan kita lakukan survei internal dan memang tidak kita publish ya, karena memang itu menjadi bagian dari strategi internal kita," jelasnya.

Diketahui, Lembaga Penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei yang dilakukan 18-25 Januari 2019. Di mana salah satu materi survei adalah dampak berubahnya pilihan pasangan calon Pilpres usai debat capres perdana.

Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby mengatakan, debat tersebut tidak mengubah pilihannya, baik ke Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga.

"Yang tidak mengubah pilihan capres-cawapres 82,1 persen. Yang akan mengubah pilihannya 5,8 persen. Tidak tahu/tidak jawab 12,1 persen," katanya di kantornya, Jakarta, Rabu (30/1). [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini