NasDem Nilai Makna Politik Dinasti Dikembalikan ke Masyarakat: Harus Nilai dari Kemampuan Bukan Nama Keluarga

Politik dinasti sendiri dapat diartikan sebuah kekuasaan politik yang dijalankan sekelompok orang masih terkait dalam hubungan keluarga.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
NasDem Nilai Makna Politik Dinasti Dikembalikan ke Masyarakat: Harus Nilai dari Kemampuan Bukan Nama Keluarga
Rapimnas GP NasDem, Prananda Surya Paloh Bicara Dukung Prabowo dan Dana Bantuan Parpol (merdeka)

Politik dinasti sempat menjadi pembicaraan hangat di dalam negeri. Politik dinasti sendiri dapat diartikan sebuah kekuasaan politik yang dijalankan sekelompok orang masih terkait dalam hubungan keluarga.

Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh menilai bahwa masyarakat harus menilai dari kemampuan atau kapabilitasnya, bukan dari nama keluarganya.

"Di tengah maraknya isu politik dinasti ini, saya ingin memberikan klarifikasi. Apakah memang politik dinasti itu salah atau betul? Ya, jawabannya ambigu, tidak ada yang tahu. Silakan kita balikkan ke masyarakat yang menilai," kata Prananda di Yogyakarta, Selasa (20/5).

Prananda mengungkap Partai NasDem lebih mengutamakan spirit meritokrasi. Menurutnya, semua orang memiliki kesempatan yang sama.

"Di dalam NasDem ini, spirit meritokrasi, spirit siapa yang lebih unggul, siapa yang lebih berhak tentu diutamakan. Jadi, Partai NasDem ini mempunyai rasa mungkin dinasti, tetapi secara roda organisasi, meritokrasi dan kesempatan yang sama bagi semua," ujarnya.

Ketua Umum Garda Pemuda NasDem itu juga menyebut bahwa Partai NasDem bukan partai eksklusif. Partai NasDem terbuka bagi semua golongan.

"Bisa dilihat dari pola perekrutmen caleg dari 2014, 2019, sampai dengan 2024 kemarin. Kita menerima semua golongan dengan tangan terbuka," pungkasnya.

Rekomendasi