Muhammadiyah Jatim Berikan Penghargaan Pahlawan Pekerja Marsinah, Kakak Almarhumah Bersyukur

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) menganugerahkan penghargaan kepada pahlawan pekerja Marsinah, momentum ini menjadi sorotan utama perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Muhammadiyah Jatim Berikan Penghargaan Pahlawan Pekerja Marsinah, Kakak Almarhumah Bersyukur
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) menganugerahkan penghargaan kepada pahlawan pekerja Marsinah, momentum ini menjadi sorotan utama perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah. (AntaraNews)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur baru-baru ini memberikan penghargaan istimewa kepada Marsinah, sosok pahlawan pekerja yang namanya tetap dikenang. Penghargaan ini diserahkan langsung di Aula Mas Mansur lantai 3 Kantor PWM Jatim, Surabaya, pada Sabtu (29/11). Acara tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah.

Ketua PWM Jawa Timur, Prof Dr dr Sukadiono MM, secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada Marsini, kakak kandung almarhumah Marsinah. Momen haru ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh penting Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, hadir secara daring untuk memberikan dukungan dan arahan.

Selain itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu'ti MEd, juga turut hadir dalam perayaan milad yang penuh makna ini. Pemberian apresiasi kepada Marsinah menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam menghargai perjuangan para pekerja. Ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keadilan dan hak-hak buruh di Indonesia.

Apresiasi untuk Perjuangan Marsinah dan Rencana Pembangunan Mushola

Marsini, kakak almarhumah Marsinah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penghargaan yang diberikan oleh Muhammadiyah. Ia merasa terharu atas perhatian yang terus-menerus diberikan kepada adiknya. Santunan yang diterima dari Muhammadiyah memiliki tujuan mulia untuk pembangunan fasilitas ibadah.

Marsini berencana menggunakan dana santunan tersebut untuk membangun sebuah mushola. Mushola ini direncanakan akan didirikan di dekat makam Marsinah, sebagai bentuk penghormatan dan amal jariyah. "Terima kasih kepada Muhammadiyah, terima kasih Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), terima kasih PWM Jawa Timur," ujar Marsini.

Ia juga menambahkan bahwa adiknya, Marsinah, merupakan alumni SMA Muhammadiyah. Ini menunjukkan ikatan historis antara Marsinah dan organisasi tersebut. Muhammadiyah sendiri sebelumnya telah menganugerahkan gelar Pahlawan Pekerja kepada Marsinah pada tahun 2015, menegaskan pengakuan atas perjuangannya.

Agenda Konsolidasi dan Pembangunan Balai Diklat Muhammadiyah Jatim

Selain pemberian penghargaan kepada pahlawan pekerja Marsinah, rangkaian acara Milad ke-113 Muhammadiyah Jatim juga mencakup agenda penting lainnya. Sukadiono menjelaskan bahwa acara akan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada finalis Cabang Ranting Masjid (CRM) Award 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pengembangan dan revitalisasi masjid-masjid di lingkungan Muhammadiyah.

Setelah itu, jajaran PWM Jatim akan menggelar konsolidasi organisasi bersama para PDM kabupaten/kota se-Surabaya. Forum ini merupakan ruang strategis untuk menyampaikan hasil konsolidasi nasional. Selain itu, konsolidasi juga menjadi ajang evaluasi terhadap kemajuan kinerja PWM Jatim selama ini, memastikan arah organisasi tetap sejalan dengan tujuan.

Sukadiono juga mengumumkan adanya agenda penandatanganan prasasti Balai Diklat PWM Jawa Timur. Balai Diklat ini berlokasi di Prigen, Mojokerto, dan penandatanganan akan dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gedung tersebut telah selesai dibangun dan siap digunakan oleh seluruh elemen Persyarikatan, menandai kemajuan infrastruktur organisasi.

"Selama ini kita tidak pernah bilang-bilang, tapi alhamdulillah sekarang sudah jadi," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI itu. Pembangunan Balai Diklat ini diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia Muhammadiyah.

Transparansi Program dan Pentingnya Kesabaran dalam Organisasi

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, menekankan pentingnya transparansi dalam setiap program organisasi. Ia menyampaikan bahwa seluruh pimpinan akan memaparkan capaian program yang telah dilaksanakan. Ini termasuk peran dari wakil ketua, bendahara, hingga sekretaris, yang semuanya akan berbicara dan memberikan laporan.

Langkah ini, menurut Sukadiono, sangat penting untuk memastikan transparansi dan kesinambungan program-program Muhammadiyah. Dengan demikian, semua pihak dapat memahami progres dan tantangan yang dihadapi organisasi. Akuntabilitas menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat.

Lebih lanjut, Sukadiono juga mengingatkan bahwa kesuksesan sebuah organisasi tidak hanya bertumpu pada kerja keras semata. Ia menekankan perlunya kesabaran dalam setiap proses yang dijalani. Kesabaran menjadi fondasi penting untuk menghadapi berbagai rintangan dan mencapai tujuan jangka panjang organisasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi