Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Muhaimin: Sebagai politisi saya banyak dimarahi Buya Syafii

Muhaimin: Sebagai politisi saya banyak dimarahi Buya Syafii PKB lolos verifikasi faktual KPU. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengunjungi kediaman tokoh senior Muhammadiyah Buya Syafii Maarif di Perumahan Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY, Minggu (1/4). Keduanya sempat mengobrol selama kurang lebih satu jam.

Muhaimin mengatakan kedatangannya ke Buya Syafii di antaranya sebagai Wakil Ketua MPR meminta saran, nasihat dan masukan. Dengan masukan itu diharapkan kerja MPR ke depannya bisa dijalankan dengan baik.

"Sebagai politisi saya banyak dimarahi (oleh Buya Syafii). Politisi harus melakukan evaluasi atas peran-peran yang selama ini dilakukan," ujar Muhaimin usai bertemu Buya Syafii.

Dari nasihat Buya Syafii, kata Muhaimin, dirinya sebagai pimpinan MPR akan mengajak dialog seluruh partai-partai politik. Tujuannya untuk mencari format kebangsaan.

"Melalui pimpinan MPR saya akan mengajak dialog seluruh teman-teman partai untuk mencari format kebangsaan yang lebih sesuai dengan asas-asas yang ada di Pancasila," urai Muhaimin.

Selain meminta masukan sebagai seorang Wakil Ketua MPR, kedatangan Muhaimin juga meminta doa dari Buya Syafii. Doa tersebut terkait dengan keinginan Muhaimin untuk maju sebagai cawapres menemani Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

"(Terkait cawapres) Saya mohon doanya pada Buya. Kita menyiapkan diri siapa tahu bangsa ini membutuhkan. Sebagai wakil ketua MPR saya minta doa dan restunya (dari Buya Syafii) agar bisa menjalankan tugas dengan baik," kata Muhaimin.

Muhaimin mengatakan ada beberapa nasihat dari Buya Syafii yang diberikan kepadanya. Nasihat ini di antaranya ada tiga hal yang utama.

"Satu, kepada umat Islam harus terus melakukan konsolidasi agar tak menjadi korban kenyataan di Timur Tengah. Islam Indonesia harus menjadi kekuatan baru yang mewarnai Islam dunia," ujar Muhaimin.

Nasihat kedua, kata Muhaimin, perlu ada agenda konsolidasi nasional demokrasi yang dimulai dari politisi dan tokoh-tokoh. Buya, sambung Muhaimin, meminta politisi harus mengambil peran yang serius dalam beberapa permasalahan.

"Buya meminta kepada politisi untuk mengambil peran yang lebih serius terhadap demokrasi yang liberal dan politik uang yang merajarela. Politisi diminta menangani permasalahan itu dengan baik," terang Muhaimin.

Sedangkan pesan ketiga, lanjut Muhaimin, Buya memberi masukan agar para politisi harus mengalami peningkatan. Peningkatan ini dari yang hanya sekadar politisi bisa menjadi seorang negarawan.

"Pesan Buya ketiga, politisi harus menjadi negarawan kelasnya. Politisi harus naik kelas. Dari politisi jadi negarawan. Dari sini saya bismillah menjadi negarawan," tutup Muhaimin. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP