Davos, Swiss – Sebuah momen penting terjadi di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Pertemuan ini berlangsung setelah peresmian Dewan Perdamaian Gaza, sebuah inisiatif global yang bertujuan membawa stabilitas dan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Momen ini menarik perhatian dunia, khususnya karena keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian internasional.
Perhelatan akbar di Congress Hall, Davos, pada Kamis siang waktu setempat, menjadi saksi bisu pertemuan singkat antara kedua pemimpin tersebut. Donald Trump, yang memimpin peluncuran Dewan Perdamaian Gaza, secara pribadi menyalami Presiden Prabowo dan sejumlah pemimpin negara lainnya yang hadir. Interaksi ini menggarisbawahi peran strategis Indonesia dalam diplomasi global, terutama dalam isu-isu kemanusiaan dan perdamaian.
Presiden Prabowo Subianto sendiri merupakan salah satu penandatangan Piagam Dewan Perdamaian Gaza, menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi damai di Palestina. Kehadiran dan partisipasi aktif Indonesia dalam forum internasional seperti WEF 2026 ini menunjukkan dedikasi negara dalam berkontribusi pada penyelesaian konflik global dan meringankan penderitaan rakyat Gaza.
Advertisement
Advertisement
Momen Kedekatan Prabowo dan Trump di Forum Davos
Setelah acara peluncuran Dewan Perdamaian Gaza, suasana di Congress Hall WEF 2026 menjadi lebih hangat dengan interaksi antar pemimpin. Presiden Donald Trump terlihat menghampiri para pemimpin negara yang duduk di barisan depan panggung, menyalami mereka satu per satu. Di antara para pemimpin tersebut adalah Presiden Prabowo Subianto, yang turut merasakan jabat tangan hangat dari mantan orang nomor satu di Amerika Serikat itu.
Keduanya sempat terlibat dalam perbincangan singkat yang menarik perhatian banyak pihak. Dalam momen tersebut, Presiden Trump bahkan terlihat memegang lengan Presiden Prabowo, menunjukkan adanya keakraban. Usai percakapan singkat itu, Presiden Trump meninggalkan lokasi acara, diikuti oleh Presiden Prabowo yang kemudian menuju ruang VVIP untuk mempersiapkan pidato khusus dalam Annual Meeting Davos 2026.
Pertemuan ini menjadi sorotan karena menandai interaksi langsung antara pemimpin Indonesia dan mantan pemimpin AS yang memiliki pengaruh besar di panggung politik global. Momen ini juga terjadi di tengah peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian di Gaza, sebuah isu yang menjadi perhatian utama dunia.
Advertisement
Advertisement
Dewan Perdamaian Gaza: Harapan Baru untuk Palestina
Peluncuran Dewan Perdamaian Gaza di World Economic Forum (WEF) 2026 merupakan inisiatif penting yang diprakarsai oleh Donald Trump. Dewan ini dirancang sebagai organisasi internasional yang bertujuan untuk mendorong stabilitas, memulihkan tata kelola yang andal dan sah, serta mengamankan perdamaian jangka panjang di wilayah yang terdampak konflik.
Presiden Prabowo Subianto, bersama dengan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán, dan pemimpin negara lainnya, turut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan perluasan akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.
Negara-negara lain yang juga menandatangani piagam tersebut antara lain Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), dan Uzbekistan. Keikutsertaan berbagai negara ini menunjukkan dukungan luas terhadap upaya perdamaian di Gaza, dengan harapan dapat menjadi mekanisme sementara untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Indonesia untuk Perdamaian di Gaza
Selepas acara peresmian, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan harapannya yang besar untuk rakyat Palestina di Gaza dengan adanya Dewan Perdamaian ini. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Prabowo menekankan bahwa ini adalah kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian.
“Yang jelas, penderitaan rakyat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu besar, begitu deras masuk. Saya sangat berharap, dan Indonesia siap ikut serta,” ujar Presiden Prabowo. Beliau menambahkan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian adalah mereka yang ingin membantu rakyat Palestina di Gaza dan menghendaki perdamaian di sana.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) juga menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia bertujuan mendukung proses yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB. Tujuannya adalah untuk mendukung kemerdekaan Palestina dengan solusi dua negara (two-state solution) berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB.
Advertisement
Sumber: AntaraNews