Mensesneg Ajak Hargai Jasa Pendahulu Jelang Penganugerahan Pahlawan Nasional 2025

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengajak seluruh pihak untuk menghormati jasa para pendahulu bangsa, menyikapi perbedaan pandangan jelang penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mensesneg Ajak Hargai Jasa Pendahulu Jelang Penganugerahan Pahlawan Nasional 2025
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengajak seluruh pihak menghargai jasa pendahulu menjelang penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2025, menyikapi perbedaan pandangan yang muncul. (AntaraNews)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati dan menghargai jasa-jasa para pendahulu bangsa. Ajakan ini disampaikan menjelang proses penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dijadwalkan pada tahun 2025 mendatang. Pernyataan ini disampaikan Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Jumat.

Prasetyo Hadi menekankan pentingnya sikap arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pandangan terkait usulan nama-nama calon pahlawan. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Ia mengajak semua pihak untuk fokus pada sisi positif perjuangan para pemimpin terdahulu.

Momentum penganugerahan gelar Pahlawan Nasional diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meneladani semangat dan pengabdian para pendahulu. Pengumuman resmi mengenai penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini akan disampaikan pada Senin (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Pentingnya Menghargai Jasa Pahlawan Nasional

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi secara tegas mengajak masyarakat untuk bersikap arif dan dewasa sebagai sebuah bangsa. Ajakan ini berfokus pada pentingnya menghormati serta menghargai seluruh jasa-jasa yang telah diberikan oleh para pendahulu. "Marilah kita arif dan bijaksana belajar menjadi dewasa sebagai sebuah bangsa untuk kita menghormati dan menghargai jasa-jasa para pendahulu," kata Prasetyo.

Terkait adanya perbedaan pandangan dari berbagai pihak mengenai sejumlah nama yang diusulkan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional, Prasetyo menganggap hal tersebut sebagai bagian alami dari aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut adalah hal yang wajar dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk melihat perjuangan para pemimpin terdahulu dari sudut pandang yang positif.

Prasetyo juga menambahkan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional seharusnya menjadi momen refleksi. Momen ini penting untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa meneladani semangat juang dan pengabdian luar biasa dari para pendahulu bangsa. "Mari kita kurangi untuk selalu melihat kekurangan-kekurangan," tambahnya, menekankan agar fokus pada nilai-nilai positif yang diwariskan.

Proses dan Kandidat Pahlawan Nasional 2025

Proses penganugerahan gelar Pahlawan Nasional terus berjalan dengan persiapan yang matang. Rencana pemberian gelar ini akan diumumkan secara resmi pada Senin (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Pengumuman ini akan menjadi puncak dari serangkaian seleksi dan pertimbangan yang telah dilakukan oleh pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto telah menerima sebanyak 49 nama calon Pahlawan Nasional yang diajukan oleh Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon. Dari total 49 nama tersebut, 24 nama di antaranya telah masuk dalam daftar prioritas untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, menjelaskan bahwa proses seleksi ini melibatkan berbagai aspek sejarah dan kontribusi.

Beberapa tokoh penting yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional mencakup nama-nama besar dalam sejarah Indonesia. Mereka adalah:

  • Presiden Ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto
  • Presiden Ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  • Aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, Marsinah
  • Ulama asal Bangkalan Syaikhona Muhammad Kholil
  • Rais Aam PBNU K.H. Bisri Syansuri
  • K.H. Muhammad Yusuf Hasyim dari Tebuireng, Jombang
  • Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf dari Sulawesi Selatan
  • Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin dari Jakarta (mantan Gubernur Jakarta)

Daftar ini menunjukkan keberagaman latar belakang dan kontribusi para calon Pahlawan Nasional, dari pemimpin negara hingga tokoh agama dan aktivis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi