Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menebak Cagub PDIP usai Megawati turun gunung di Jatim

Menebak Cagub PDIP usai Megawati turun gunung di Jatim Megawati bersama Risma. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Songsong Pilgub Jawa Timur 2018, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai merapatkan barisan. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mengaku akan menurunkan rekomnya di bulan September ini. Lantas siapa calon yang akan diusung PDIP di Pilgub Jawa Timur ini?

Yang jelas, selama dua hari berturut-turut, hari Minggu dan Senin (11/9), mereka menggelar pertemuan tertutup di dua tempat, yaitu di Malang dan Surabaya untuk membahas masalah hajatan lima tahunan itu di Jawa Timur.

"Memang Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) bersama para kepala daerah dari PDIP di sini (Surabaya), salah satunya adalah membahas Jawa Timur ke depan, termasuk Pilgub mendatang," aku Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat berada di rumah dinas Wali Kota Surabaya.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri mengumpulkan seluruh kepala daerah di Jawa Timur dari partainya untuk berkumpul di Malang dan Surabaya.

Hadir di pertemuan itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; Bupati Ngawi, Budi 'Kanang' Sulistiyono; Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu); Bupati Trenggalek; Nganjuk; Wali Kota Probolinggo; Wawali Pasuruan; serta beberapa kepal daerah lainnya.

Bahkan, saat berada di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini siang tadi, hadir juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Sayang, Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tidak ikut hadir.

Gus Ipul yang mengikuti penjaringan calon gubernur Jawa Timur via PDIP, hanya turut menjemput rombongan Megawati di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Bahkan Gus Ipul ikut mencium tangan Megawati sambil melepas topinya.

Selanjutnya, saat rombongan Megawati berangkat menuju rumah dinas Wali Kota Surabaya, Gus Ipul tidak ikut serta. Informasi di lapangan, Gus Ipul tengah ada acara di Situbondo.

Kembali soal Pilgub Jawa Timur 2018, Hasto mengaku, meski partainya belum menentukan siapa calon yang akan diusung, dia memastikan bahwa PDIP akan mendukung calon dari Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kedekatan dengan partai Kepala Banteng Moncong Putih.

Apakah kader NU itu Bupati Banyuwangi, yang notabene-nya santri tulen dan akan menduetkannya dengan kader PDIP, dalam hal ini Wali Kota Risma? Hasto masih merahasiakan.

Pun begitu dengan adanya pertemuan di Surabaya ini adalah sinyal dari PDIP untuk mengusung Risma-Anas. Sinyal ini juga bisa dilihat saat Risma dan Anas ikut mendampingi presiden RI kelima itu memborong batik di galeri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dikelola Pemprov Jawa Timur.

Lagi-lagi sayang, Gus Ipul yang tengah menanti dukungan tidak turut mengawal Megawati, yang memiliki kuasa penuh atas rekomendasi dari PDIP.

"Ini adalah bagian dari proses dialog untuk menetapkan calon gubernur dan wakil gubernur. Kita usahakan bulan September ini (rekom) bisa diambil," kata Hasto.

"Yang jelas, kita tidak mungkin sendiri. Di Pilgub Jatim, kita akan berkoalisi dengan beberapa partai karena kita sepakat membangun Jatim bersama-sama. Ya, mudah-mudahan koalisinya tidak banyak partai. Biar lebih demokratis," pungkasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP