Mardiono Minta Maaf PPP Gagal Lolos Parlemen, Ajak Kader Jadikan Muktamar Momentum Perbaikan

Menurutnya, penyebab gagalnya partai berlambang Ka'bah itu bukan karena dari pihak luar. Melainkan berada dalam internal partainya sendiri.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Mardiono Minta Maaf PPP Gagal Lolos Parlemen, Ajak Kader Jadikan Muktamar Momentum Perbaikan
Mardiono Minta Maaf PPP Gagal Lolos Parlemen, Ajak Kader Jadikan Muktamar Momentum Perbaikan (Merdeka.com)

Plt Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono mengungkapkan, jika Pemilu 2024 merupakan pukulan telak bagi partainya. Hal ini disampaikan Mardiono dalam sambutannya saat membuka Muktamar ke-X PPP di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9).

"PPP tidak berhasil melampaui ambang batas di Parlementary Treshold. Kegagalan ini tentu adalah pernyataan baik yang harus kita telan bersama. Hilangnya kursi PPP di Parlemen bukan hanya kerugian bagi partai, tetapi juga bagi umat Islam dan rakyat Indonesia yang selama ini menaruh harapan kepada PPP," kata Mardiono di Jakarta, Sabtu (27/9).

"Kita kehilangan seluruh formal untuk ikut menentukan arah kebijakan nasional secara langsung di Senayan," sambungnya.

Menurutnya, penyebab gagalnya partai berlambang Ka'bah itu bukan karena dari pihak luar. Melainkan berada dalam internal partainya sendiri.

"Kita harus berani berkata jujur bahwa konflik internal adalah musuh utama bagi perjuangan kita," ungkapnya.

Minta Maaf Mardiono

Dalam kesempatan itu, Mardiono pun turut meminta maaf kepada para kader partai berwarna hijau tersebut, kiyai, ulama hingga habaib di seluruh Indonesia.

"Oleh karena itu saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada yang diuntungkan dari konflik, yang ada hanyalah kekalahan bersama," ucapnya.

"Oleh karena itu, melalui Muktamar X ini saya menyerukan dengan penuh ketulusan. Mari kita akhiri perpecahan, mari kita hentikan warisan konflik, Mari kita satukan untuk menyongsong masa depan gemilang tanpa konflik," tambahnya.

Sebab, tanpa persatuan menurutnya mustahil PPP akan bangkit kembali. Muktamar ke-X ini dinilainya menjadi momentum emas.

"Mari kita jadikan muktamar ini sebagai titik balik kebangkitan bagi Partai Pesatuan Pembangunan. Mari kita tunjukkan bahwa PPP adalah Partai Islam yang solid, modern, moderat dan berpihak kepada umat. Kita mungkin pernah jatuh, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kita mungkin pernah kalah, tetapi kita tidak boleh berhenti," paparnya.

"Sebab kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, perjuangan ini bukan semata-mata untuk kursi kekuasaan tetapi juga cita-cita besar yaitu menghadirkan keadilan, kesejahteraan dan keberkahan bagi umat bangsa Indonesia," sambungnya.

Ia pun mengajak seluruh kader PPP untuk dapat satukan hati, rapatkan barisan dan teguhkan tekad serta berkerja keras.

"Doa bersatu, InsyaAllah PPP akan kembali berjaya, kembali dipercaya dan kembali berperan besar dalam perjalanan politik kancah nasional," jelas.

Mardiono pun turut berpesan kepada seluruh jajaran pengurus PPP di semua tingkatan anggota DPRD, hingga ader yang duduk di eksekutif dan legislatif tetap memegang teguh enam prinsip perjuangan PPP.

"Dan selalu meningkatkan silaturahmi dengan para kiai ulama, habaib dan tokoh agama dalam rangka menghadirkan kemaslahatan di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Sebagai informasi, PPP pada Pemilu 2024 gagal lolos ke Senayan. Partai berlambang Ka'bah tersebut harus puas mendapatkan suara tidak mencapai 4%. Sehingga pada periode 2024-2029, PPP tidak memiliki wakil rakyat di Parlemen.

Namun pada hari ini, hingga tiga hari ke depan, PPP menggelar Muktamar X yang hingga 29 September 2025. Muktamar adalah forum tertinggi yang bakal membahas tata aturan partai seperti pembaharuan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hingga pemilihan ketua umum baru.

Rekomendasi