LSI sebut Ahok potensi kalah karena elektabilitas terus merosot
Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mereka terkait para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada DKI Jakarta. Di mana hasilnya, calon petahana Basuki Tjahaja Purnama terus mengalami penurunan elektabilitas.
Peneliti LSI Adjie Alfarabie mengatakan, hasil survei yang dilakukannya memang sempat menjadi pembicaraan banyak pihak. Salah satu alasannya karena Basuki atau akrab disapa Ahok yang awalnya perkasa dan kuat dalam banyak survei, ternyata kali ini petahana tersebut memiliki potensi untuk dapat ditumbangkan.
"Bukan hanya melihat siapa di atas yang unggul. Ahok potensial kalah, pertama indikasi penurunan suara, survei kita dari Juli hingga Oktober 2016 ada penurunan 18 persen. Itu penurunan besar bagi incumbent," katanya dalam satu diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (8/10).
Dia mengungkapkan, sangat jarang sekali terjadi penurunan elektabilitas sebesar itu kepada calon petahana. Bahkan, jika dirunut lebih jauh lagi maka tidak menutup kemungkinan penurunan popularitas mantan Bupati Belitung Timur itu bisa mencapai 28 persen.
"Sebelumnya elektabilitas Ahok 60 persen akhirnya jatuh di angka 30 persen usai pendaftaran. Selisih elektabilitas Ahok dengan Anies atau Agus beda hanya 10-12 persen," terangnya.
Adjie menjelaskan, seorang petahana dianggap kuat bilamana memiliki selisih elektabilitas sebesar 20 persen dengan pesaingnya. Sedangkan saat ini Ahok hanya berbeda 10-12 persen dengan Anies dan Agus.
Menurutnya, kekuatan Ahok masih sangat besar saat di awal setiap survei karena belum ada pesaing resmi yang akan diusung oleh partai politik. Namun saat sosok Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono masuk, maka pemilih kembali melakukan pemilihan politik mereka.
"Dukungan Anies dan Agus, dua kandidat ini melebihi elektabilitas incumbent. Pemilih DKI terpecah dua kutub berbeda," tutupnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya