Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lebih pilih PMI, JK tak hadir di pembukaan Rapimnas Golkar

Lebih pilih PMI, JK tak hadir di pembukaan Rapimnas Golkar JK usai diperiksa KPK. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) terlihat tak hadir dalam pembukaan Rapimnas Partai Golkar ke V di JS Luwansa, Jakarta hari ini. JK lebih memilih menghadiri acara Palang Merah Indonesia (PMI) ketimbang hadir di acara partai lambang beringin itu.

Ketua Penyelenggara Rapimnas, Theo L Sambuaga menyatakan jika pihaknya telah mengundang JK untuk hadir. Namun sayang, JK ada tugas sebagai Ketua PMI.

"Pak JK diundang, tapi dia tidak bisa hadir karena ada tugas di luar sebagai ketua PMI," kata Theo di JS Luwansa, Jakarta, Jumat (22/11).

Kendati begitu, Theo tak masalah jika sesepuh Partai Golkar itu pilih PMI ketimbang hadir di acara Golkar. "Ya kita menghormati itu," tutur dia.

Dia membantah jika absennya JK karena tak setuju dengan pencapresan Ical. Terlebih, soal adanya faksi di internal Golkar jelang pemilu bergulir tahun depan.

"Enggak ada faksi di internal Golkar, bahwa ada orang beda pendapat kita kan partai demokratis begitu kita putuskan, semuanya tentu mengikuti," pungkasnya.

Faksi di internal Golkar semakin terasa ketika para senior Golkar juga mengaku tak sepakat dengan pencapresan Ical. Alasannya sama, elektabilitas Ical tak menunjukkan hasil yang memuaskan jelang Pemilu 2014.

Salah satunya, politikus Senior Partai Golkar Zainal Bintang mengusulkan agar tiga ketua umum ormas pendiri Partai Golkar yang dikenal dengan sebutan Tri Karya, bisa menjadi solusi atas mandeknya elektabilitas Ical dalam pencapresan.

Ketiga orang yang layak gantikan Ical nyapres yakni, Priyo Budi Santoso (Ketua Umum MKGR), Agung Laksono (Ketua Umum Kosgoro 1957), dan Ade Komarudin (ketua umum SOKSI).

"Ahli waris yang merasa lebih Golkar dari pada Ketum sekarang (Ical) berpeluang untuk mengisi (pencapresan). Ada tiga kekuatan sejarah yang disebut Tri Karya. Yaitu dari Ketua Kosgoro ada Agung Laksono, Ketua MKGR Priyo Budi Santoso, dan dari SOKSI Ade Komarudin," kata Zainal dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/11).

Zainal juga mengaku kaget dengan adanya seruan dari pendiri Partai Golkar Suhardiman, yang meminta Ical jadi (king maker) saja. Padahal Suhardiman adalah pendukung teras Ical. Ini yang menurut dia, pencapresan Ical mengalami persoalan serius, sehingga Suhardiman terpaksa harus bicara objektif.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Gerindra: Keputusan Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta dari KIM
Gerindra: Keputusan Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta dari KIM

Golkar yang menjadi salah satu partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) hingga kini belum memutuskan kadernya; Ridwan Kamil untuk maju Pilkada Jakarta.

Baca Selengkapnya
Menanti Gebrakan Pansel Capim KPK
Menanti Gebrakan Pansel Capim KPK

Penetapan nama sembilan pansel capim KPK oleh Presiden Jokowi menandakan dimulainya mencari calon pimpinan lembaga antirasuah.

Baca Selengkapnya
TKN Temukan Dugaan Mobilisasi Pemilih Berambut Cepak dan Berbadan Tegap di Dramaga Bogor
TKN Temukan Dugaan Mobilisasi Pemilih Berambut Cepak dan Berbadan Tegap di Dramaga Bogor

TKN Prabowo-Gibran menemukan dugaan kecurangan pemilu 2024 berupa mobilisasi pemilih secara ilegal.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Berkas Rampung, Syahrul Yasin Limpo Segera Diseret ke Meja Hijau
Berkas Rampung, Syahrul Yasin Limpo Segera Diseret ke Meja Hijau

Berkas tersebut telah diserahkan ke jaksa KPK, Rabu (7/2).

Baca Selengkapnya
JK Ingatkan Jokowi Tak Kampanye Terselubung: Kalau Melanggar Permalukan Diri Sendiri
JK Ingatkan Jokowi Tak Kampanye Terselubung: Kalau Melanggar Permalukan Diri Sendiri

JK mengapresiasi Jokowi yang menegaskan tidak akan ikut kampanye Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya
Kolonel TNI Ajudan Presiden Tolak Dijadikan Jenderal, Ternyata ini Alasannya
Kolonel TNI Ajudan Presiden Tolak Dijadikan Jenderal, Ternyata ini Alasannya

Presiden sudah akan menaikkan pangkatnya bulan Agustus. Tapi dia menolak kesempatan langka menjadi jenderal.

Baca Selengkapnya
Kapolri Soal Estafet Kepemimpinan, Gus Imin: Keberhasilan Dijaga, Kegagalan Dirombak
Kapolri Soal Estafet Kepemimpinan, Gus Imin: Keberhasilan Dijaga, Kegagalan Dirombak

Sebelumnya Kapolri mengatakan kriteria pemimpin selanjutnya harus mampu meneruskan estafet kepemimpinan Jokowi

Baca Selengkapnya
Nasdem Ungkap Jagoan Koalisi Perubahan untuk Bertarung di Pilkada DKI Jakarta, Ini Nama-namanya
Nasdem Ungkap Jagoan Koalisi Perubahan untuk Bertarung di Pilkada DKI Jakarta, Ini Nama-namanya

Koalisi Perubahan sudah mulai membahas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Salah satu yang dibahas yakni bakal calon yang akan diusung.

Baca Selengkapnya
Diumumkan Juni 2024, Jokowi Pastikan Pansel Capim KPK Diisi Tokoh Berintegritas
Diumumkan Juni 2024, Jokowi Pastikan Pansel Capim KPK Diisi Tokoh Berintegritas

Jokowi mengaku baru menyiapkan nama-nama anggota Pansel Capim KPK.

Baca Selengkapnya