Kubu Prabowo Dianggap Menggiring Masyarakat Beralih ke Media Sosial

Jumat, 7 Desember 2018 17:56 Reporter : Yunita Amalia
Kubu Prabowo Dianggap Menggiring Masyarakat Beralih ke Media Sosial Abdul Kadir Karding. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai kubu Prabowo-Sandi tengah melakukan strategi kampanye terhadap masyarakat melalui media sosial ketimbang produk jurnalis. Hal itu, menurutnya, ditandai dengan sikap Prabowo yang menyerukan masyarakat tidak perlu memercayai pemberitaan di media masa.

Dengan sikap tersebut, imbuh Karding, masyarakat cenderung memilih rujukan melalui media sosial, sementara dari hasil riset pernah disebutkan bahwa di media sosial persentase berita bohong mencapai 60 persen. Dia menambahkan, dengan strategi tersebut, kubu Prabowo-Sandi dianggap leluasa menebar serangan politik diiringi data yang tidak akurat, cenderung bohong.

"Ini sebenarnya mau mengeliminasi fungsi-fungsi media dan membangun hoaks sebanyak-banyaknya di media sosial. Nah itu strategi politiknya," katanya di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (7/12).

Dia menegaskan pihak TKN tidak terkejut reaksi Prabowo yang terkesan anti pers. Sebab strategi itu menurut Karding sudah dilakukan di beberapa negara.

"Memang ada strategi dalam metodologi pemenangan politik hari ini, ada yang disebut strategi yang banyak dilakukan partai sayap kanan di beberapa negara, ada istilah post-truth atau firehouse of falsehood. Itu memang salah satunya pers didistorsi, dengan diserang, membangun ketidakpercayaan kepada pers di masyarakat bahwa pers itu tidak becus, berpihak, persis seperti yang disampaikan pak Prabowo," tukasnya.

Karding menambahkan, pihaknya terus melakukan konsolidasi guna memperkuat elektoral Jokowi-Ma'ruf di sektor media sosial. Salah satu bentuk konsolidasi TKN mengatur media sosial adalah penyamarataan tanda pagar.

Sebab, diakui Karding banyak akun media sosial influencer di TKN Jokowi-Ma'ruf belum memberikan hasil signifikan karena belum pemerataan tanda pagar yang digunakan.

"Seluruh kekuatan-kekuatan dan potensi-potensi medsos kita sedang kita konsolidasi misalnya ini jumlahnya (jumlah akun influencer yang bergabung dengan TKN) banyak, tapi main tagar sendiri-sendiri," tandasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini