Kubu Jokowi Nilai Prabowo-Sandi Berlebihan Jika Angkat Kasus Novel Baswedan di Debat

Rabu, 9 Januari 2019 15:44 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kubu Jokowi Nilai Prabowo-Sandi Berlebihan Jika Angkat Kasus Novel Baswedan di Debat Novel Baswedan. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga bakal mengangkat kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, pada debat kandidat. Tema debat Pilpres perdana adalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni menilai terlalu berlebihan jika kasus Novel menjadi acuan kegagalan pemberantasan korupsi.

"Kalau kemudian menjadikan Novel sebagai satu-satunya standar keberhasilan atau kegagalan menurut gue juga berlebihan," ujar Antoni di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

Dia menyebut BPN Prabowo-Sandiaga sengaja mengungkit kasus Novel dalam debat hanya untuk menutupi ketidakmampuan dan ketidakadaan rekam jejak paslon nomor urut 02 dalam pemberantasan korupsi.

"Bisa dikatakan kasus Novel dipergunakan Pak Prabowo-Sandi menutupi ketidakmampuan mereka juga dalam ketidakadaan track record mereka memberantas korupsi," kata Antoni.

Antoni mendukung kasus Novel segera diungkap. Namun dia mengatakan Jokowi tidak mungkin mengintervensi kasus tersebut. Sebab nanti seolah Presiden membenarkan eksekutif mengintervensi aparat penegak hukum.

"Kalau nanti diintervensi nanti jadi soal lagi, jadi kasus lagi atau apa," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kubu Prabowo-Sandiaga tengah mempersiapkan amunisi untuk menghadapi debat capres perdana pada 17 Januari nanti. Tema dalam debat tersebut yakni hukum, terorisme, HAM dan korupsi.

Cawapres Sandiaga Uno membuka kemungkinan akan membawa kasus penyiraman air keras penyidik KPK, Novel Baswedan dalam debat. Pemerintah Jokowi sampai saat ini belum mampu mengungkap misteri teror yang dihadapi penyidik senior di KPK itu.

"Ada kemungkinan (bahas kasus Novel Baswedan) karena masalah korupsi itu kan sudah sangat akut ada di stadium 4 kalau kanker, kalau penyakit sudah sangat kronis," kata Sandiaga di Jakarta, Selasa (8/2). [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini