KPU Malang pastikan setiap TPS memiliki alat bantu braille bagi difable

Rabu, 27 Juni 2018 01:33 Reporter : Darmadi Sasongko
KPU Malang pastikan setiap TPS memiliki alat bantu braille bagi difable KPU Malang pastikan alat bantu braille bagi difable. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang memastikan ketersediaan alat bantu braille di setiap TPS untuk pemilih difable. Alat bantu braille tersebut dalam dua macam bentuk yakni untuk Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Malang.

"Kita sudah sosialisasikan dan simulasikan pencoblosan dengan menggunakan alat bantu braille. Alat bantu braille ini akan ada di setiap TPS. Baik itu ada kaum difablenya maupun tidak," kata Komisioner Bidang Sosialisasi KPUD Kota Malang,Ashari Husein, Selasa (26/6).

Ashari mengatakan, telah melakukan sosialisasi tentang mekanisme pencoblosan kepada para difable. Kendati tidak bisa keseluruhan dapat dijangkau, diharapkan informasi tersebut tersebar melalui komunitas masing-masing untuk mengajak datang ke TPS.

"Kami harapkan kawan-kawan bisa menularkan informasi ke ke teman dan sanak saudaranya," tegasnya.

KPU juga telah menginstruksikan kepada semua KPPS agar membangun TPS yang ramah difable dan memiliki alat bantu. Meja TPS disarankan tidak terlalu tinggi, di bawah dagu atau dada sehingga dapat dijangkau dengan menggunakan kursi roda.

"Kita instruksikan. Termasuk petugas KPPS yang kami instruksikan untuk ramah melayani kaum difable," terangnya.

Namun, lanjut Ashari, KPU belum bisa menyediakan kursi roda di setiap TPS sebagaimana disarankan oleh sejumlah pihak. Pihaknya kesulitan menyediakan kursi roda dengan jumlah TPS yang mencapai ribuan.

Namun Ashari juga mengatakan, untuk kaum difable kategori berat yang harus didatangi dapat melapor ke KPPS terdekat. Sehingga nantinya bisa melayani setelah pukul 12.00 WIB sebagaimana ketentuan.

"Tidak bisa hadir di TPS, tetapi diberitahukan ke petugas TPS. Kalau tahu mereka akan mendatangi . Kami sudah sampaikan untuk siap melayani," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Malang Inklusi (Fomi) Siswinarsih mengatakan, KPU harus menyelenggarakan pemilihan yang aksesible. Kalau di sebuah TPS terdapat pemilih tuna daksa di kursi roda, tuna netra atau lainya, seharusnya fasilitas yang dibutuhkan ditersediakan.

"Termasuk, pihak TPS harus memfasilitasi kalau ada disable yang berat. Kita menginginkan ada pelayanan jemput bola, bagi disable yang tidak mandiri. Seperti kalau ada TPS mobile yang di rumah sakit, seharusnya juga bisa ke warga difable. Kan semua negara dijamin haknya, meskipun hanya ada satu difable di situ, fasilitas harus di sediakan," urainya.

Sementara tentang alat bantu braille, dinilai sudah cukup membantu dalam bagi pemilih tuna netra. Walaupun, yang membutuhkan fasilitas di TPS bukan hanya tuna netra, termasuk kebutuhan kursi roda bagi tuna daksa. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini