KPU Klaim Sudah Tindaklanjuti Temuan 17,5 Juta DPT Janggal dari BPN Prabowo

Selasa, 26 Maret 2019 18:11 Reporter : Sania Mashabi
KPU Klaim Sudah Tindaklanjuti Temuan 17,5 Juta DPT Janggal dari BPN Prabowo KPU. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menegaskan pihaknya telah menindaklanjuti pelaporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) terkait dengan temuan masalah dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal ini menanggapi pemaparan temuan 17,5 juta data bermasalah oleh BPN dalam acara diskusi bertemakan 'Menuju Pemilu Adil dan Berintegritas: Bongkar Carut Marut DPT!' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).

"Terkait dengan daftar pemilih data tersebut secara lengkap diberikan tanggal satu bulan Maret. Maka atas data tersebut kami tindaklanjuti," kata Viryan.

Menurutnya, masalah ini tidak bisa langsung selesai dengan cepat. Sebab, kata Viryan, jumlah data yang dilaporkan cukup banyak.

"Datanya bukan 100, 200 tapi kan jumlahnya belasan juta. tidak mungkin kami bisa menyelesaikan dalam waktu singkat karena datanya banyak. Seperti tadi kami menyampaikan beberapa contoh yang sudah ditindak lanjuti," ungkapnya.

Terkait dengan banyaknya warga yang lahir pada tanggal tertentu, Viryan menegaskan itu adalah data lama dan tidak hanya muncul pada Pemilu 2019. Banyaknya data kelahiran yang sama disebabkan karena warga tersebut lupa dengan tanggal lahirnya.

"Sebagai contoh di Sulawesi Tenggara, ada kebiasaan masyarakat kalau lahir itu menulis di tiang rumahnya nah kemudian tiang rumahnya roboh. Sehingga lupa. Nah Dukcapil kan harus mencatat secara lengkap. Ketika lupa dikelompokkan ada tanggal satu bulan tujuh, tanggal 31 bulan 12 dan itu berjalan," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memaparkan data terkait terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pemaparan itu sebagai Bukti bahwa permasalahan Penyanyi Bukan berita bohong atau hoaks.

"Kita akan paparkan data, bukan hoaks, bukan dipalsukan. Ada beberapa data dari DPT yang menurut temuan kami masih ada masalah karena ada yang tidak masuk akal. Jadi nanti akan dipaparkan masing-masing," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta , Selasa (26/3). [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini