KPU Jatim tetapkan DPT Pilgub 30.155.719
Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan bahwa jumlah pemilih di Jawa Timur, didominasi kaum hawa. Jumlahnya mencapai 15.315.352 pemilih. Sementara pemilih laki-laki, total ada 14.840.367 orang.
Data jumlah yang selisih pemilih perempuan dan laki-laki cukup lebar: 474.985 orang, ini diketahui saat KPU Jawa Timur menggelar Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilub Tetap (DPT) Pilgub Jawa Timur 2018 di kantornya, Jalan Tenggilis, Surabaya, Jumat (20/4) sore.
Rapat yang dihadiri Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi dan tim sukses masing-masing pasangan calon (Paslon): Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, itu menyebut bahwa jumlah DPT di Jawa Timur mencapai 30.155.719 pemilih.
"Jumlah pemilih yang sudah kita tetapkan adalah 30.155.719 pemilih. Terdiri dari pemilih perempuan 15.315.352 orang pemilih laki-laki 14.840.367 orang," kata Komisioner KPU Jawa Timur, Choirul Anam usai pleno.
Diakui Anam, jumlah DPT yang ditetapkan pihaknya hari ini, memang mengalami penurunan jumlah dari total DPS yang ditetapkan pada Maret lalu. Yaitu 30.385.986 pemilih. "Dari data DPT ini, kalau kita bandingkan dengan DPS yang kita tetapkan bulan kemarin, ada penurunan 230.267 pemilih. Jadi penuruna itu cukup besar," terang Anam.
Penurunan jumlah pemilih itu, lanjutnya, karena adanya penghapusan atau pencoretan pemilih potensial non-KTP elektronik sebanyak 67.461 pemilih. "Kita coret karena memang tidak dikenal maupun tidak diketahui keberadaannya. Itu yang kita lakukan pencoretan serta tidak mempunyai identitas," ungkapnya.
Selebihnya, pencoretan dilakukan atas dasar masukan masyarakat, Bawaslu, Panwaslu kabupaten/kota, maupun tim sukses dari masing-masing Paslon terkait data warga meninggal dan alih status dari sipil menjadi TNI/Polri.
"Kemudian ada juga, kita akui juga ada pemilih yang memang tercatat ganda," kata Anam.
Pemilih ganda itu, masih kata Anam, diketahui baik karena kesalahan entri maupun pada KTP. "Jadi ada beberapa yang kita temukan, yang KTP beda orang tapi juga (tercatat) ganda, NIK-nya sama tapi ternyata orangnya berbeda. Itu juga kita lakukan (pencoretan), sehingga kemudian ada pengurangan 230.267 pemilih dari DPS awal kita kemarin," katanya.
Sementara untuk jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara), Anam juga menyebut ikut mengalami penurunan sekitar 400 TPS. "Jumlah TPS se-Jatim dari perencanaan awal kita, ada 68.084 TPS. Penetapan DPT hari ini (berpengaruh pada jumlah TPS), berkurang menjadi 67.644 TPS yang tersebar di 8.497 kelurahan dan desa, serta 666 kecamatan," ungkapnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya