Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPU DKI Jakarta akan perbaiki DPT untuk putaran kedua Pilgub DKI

KPU DKI Jakarta akan perbaiki DPT untuk putaran kedua Pilgub DKI Ketua KPUD Sumarno. ©2016 Merdeka.com/Tsana Garini Sudradjat

Merdeka.com - Ketua Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno telah menerima beberapa rekomendasi terkait dugaan pelanggaran Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sumarno mengatakan, KPU DKI berjanji akan melaksanakan rekomendasi tersebut demi kelancaran Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Sudah mendapatkan rekomendasi dari Bawaslu, dan kami akan menjalankannya sebagai evaluasi," kata Sumarno yang ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (4/3).

Menurutnya hal yang perlu dikoreksi untuk pilkada putaran kedua sama dengan permasalahan yang telah diberitahukan oleh Bawaslu.

"Pertama sumber daya manusia perlu dilakukan pengawalan, lalu DPT (Daftar Pemilih Tetap) harus mengakui warga DKI banyak yang belum terdaftar jadi DPT. Kemudian, terkait logistik semuanya harus terpenuhi karena sangat penting mulai dari distribusi C6 dan sebagainya harus dikawal. Dan yang terakhir adalah pengitungan suara baik dari TPS, maupun di tempat lainnya," jelasnya

Namun hal yang paling beresiko dan penting adalah perbaikan daftar pemilih. Menurut

Sumarno, pihaknya akan melakukan perbaikan daftar pemilih tetap (DPT) dimulai pada 6 Maret 2017 besok.

"Yang terpenting bagi kami adalah perbaikan kualitas pemilih serta penyusunan daftar pemilih tambahan (DPTB). Terkait hal ini kita akan membuka pendaftaran lewat hotline dan posko-posko dan juga sudah mendapatkan rekomendasi Bawaslu untuk memberikan evaluasi pada kami," ujarnya.

Terkait hal penambahan DPT untuk pilkada DKI Jakarta putaran kedua, KPU akan menambahkan jumlah pemilih tetap dan tambahan dengan data tambahan warga yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya saat putaran pertama. Sumarno juga menambahkan bahwa warga yang tepat berusia 17 pada saat pilkada putaran kedua akan di masukan juga ke dalam DPT.

"Untuk putaran kedua dasarnya, DPT putaran pertama ditambah dengan DPTB ditambah daftar penduduk potensial yang bisa memilih. Jadi warga DKI yang memilih tapi tidak datang ke TPS kita juga akan buka posko-posko pendaftaran kemudian untuk masalah itu," jelasnya.

Usai menerima berbagai masukan dan saran, Sumarno berharap pilkada DKI Jakarta putaran kedua bisa menjadi lebih baik.

"Kami sudah menemukan banyak evaluasi dan mendegar berbagai masukan dan kritik kami ingin Pilkada putaran kedua menjadi ini menjadi lebih baik," tandasnya.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP