Ketum PPP Klaim 90 Persen Warga NU Dukung Jokowi-Ma'ruf

Kamis, 29 November 2018 18:58 Reporter : Merdeka
Ketum PPP Klaim 90 Persen Warga NU Dukung Jokowi-Ma'ruf Romahurmuziy di Malang. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Sejumlah kiai dan ulama keturunan pendiri Nahdlatul Ulama ( NU) memberikan dukungannya ke Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Prabowo-Sandiaga. Mereka diketahui langsung didatangkan dari Jawa Timur ke Jakarta, untuk mendeklarasikan dukungannya, Rabu 28 November 2019.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy mengatakan, itu hanya pencilan atau hal yang menyimpang dari yang lain. Dia menegaskan, 90 persen NU baik dari lingkungan kultural maupun struktural mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Itu pencilan saja. Karena gerbong NU kultural dan struktural, 90 persen, Insya Allah mendukung Kiai Ma'ruf," ucap Rommy, Kamis (29/11).

Dia menuturkan, bergabungnya orang NU di kubu Prabowo-Sandiaga tak signifikan. Karena sosok yang tak pernah dikenal di lingkungan Nahdliyyin.

"Bergabungnya mereka tidak signifikan. Karena selama ini mereka juga kurang dikenal kiprahnya di lingkungan nahdliyyin," pungkasnya.

Sebelumnya, KH Hasyim Karim, cucu salah satu pendiri NU KH Bisri Syansuri, merasa bangga dengan Prabowo-Sandiaga. Terlebih karena menyampaikan isu ekonomi. Selain itu, dia memuji kehadiran Prabowo pembicara utama di The World 2019 Gala Diner yang diselenggarakan The Economist di Singapura, kemarin.

"Prabowo menjelaskan program ekonomi yang ia usung kepada para CEO perusahaan besar di dunia. Seorang pemimpin harus jelas dan bisa meyakinkan saat berbicara di forum internasional," jelas sang kiai.

KH Hasyim Karim berharap ke depan masyarakat bisa melihat pasangan Prabowo-Sandiaga lebih objektif. Hal ini terkait kualitas mereka yang diklaim mumpuni untuk memimpin Indonesia di tahun 2019.

"Jadi, masyarakat saya harap bisa melihat dan menilai siapa sesungguhnya yang punya kualitas kepemimpinan. Kita harus objektif, kita bisa kritik Prabowo-Sandi bila salah. Tapi kalau ada kelebihan harus kita apresiasi," ucap Kiai Hasyim.

Beberapa tokoh keturunan pendiri tokoh NU yang datang, di antaranya KH Irfan Yusuf Hasyim (cucu Mbah Hasyim), Gus Billy (putranya Gus Sholah) cicitnya Mbah Bisri Sansuri, Gus Adib (anak KH Saifuddin Zuhri), dan KH Rohmad Wahab (putra KH Wahab Hasbulloh).

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini