Ketua DPP Tertawakan Rio Capella yang Nilai NasDem Jadi Restoran Politik

Minggu, 10 November 2019 15:35 Reporter : Ronald
Ketua DPP Tertawakan Rio Capella yang Nilai NasDem Jadi Restoran Politik Kongres Partai Nasdem. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan hanya tertawa menanggapi kekecewaan pendiri NasDem Patrice Rio Capella. Rio menyebut NasDem telah melenceng dari tujuan awal partai. Bahkan, dalam jumpa persnya, Rio juga menyebutkan kalau NasDem sudah tak memiliki semangat restorasi. Restorasi yang kini berubah menjadi 'restoran politik'.

Menurut Zulfan, seharusnya Rio Capella berkaca terlebih dahulu sebelum menilai NasDem kini menjadi restoran politik. Zulfan kembali mengingatkan bahwa Rio punya catatan buruk waktu diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dia yang tidak punya semangat restorasi. Kalau yang ngomong itu orang yang bersih, kemudian dia memang kecewa dengan NasDem. Kalau dia bersih, tidak tangkap tangan, tidak jadi tersangka, tidak masuk penjara, itu masuk akal. Kalau dia (Rio) kan kalian harus mikir juga, kok lucu orang ini," ujar Zulfan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/11).

"Yang meleset itu dia, yang dia lakukan korupsi, dia terima uang Rp250 juta, tangkap tangan dia, masuk penjara. Lucu kan. Terus dia nuduh kita," sambungnya.

Zulfan meminta Rio koreksi diri dan jangan menjelekan orang lain. "Harusnya dia koreksi diri aja. Inilah kadang-kadang orang begini jadi terbalik dan sakit. Harusnya dia yang diadili, dia ngadili kita," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Restoran Politik

Pendiri Partai NasDem Patrice Rio Capella merasa kecewa dengan manuver Surya Paloh bertemu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Sebab, menurutnya, PKS sekarang berstatus oposisi.

"Sangat mengejutkan saat pimpinan Partai NasDem bermanuver menemui dan berkomunikasi dengan pimpinan partai lain di kubu oposisi. Padahal pada saat yang sama, Partai NasDem menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin," katanya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/11).

Rio menuturkan, manuver Paloh ini telah melenceng dari semangat pendirian NasDem pada 26 Juli 2011 untuk membawa perubahan restorasi Indonesia. Dia menilai NasDem kini telah berbuah menjadi 'restoran politik'.

"Saya ingin sampaikan bahwa Partai NasDem saat ini sudah melenceng jauh dari semangat awal pendiriannya pada 26 Juli 2011. Partai NasDem yang awalnya mengusung salam perubahan restorasi Indonesia saat ini sudah benar-benar berubah menjadi restoran politik," katanya.

"Partai NasDem kini menjadi restoran politik tempatnya masak-memasak dan goreng menggoreng kepentingan politik yang bukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan untuk memperjuangkan kepentingan partai, tapi hanya demi keuntungan elite tertentu, kelompok tertentu di internal Partai NasDem," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Kasus Rio Capella

Rio terjerat kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Provinsi Sumatera Utara oleh Kejaksaan.

Dalam kasus ini, Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti, diduga memberi uang Rp 200 juta kepada Rio melalui Fransisca Insani Rahesti, salah satu staf di kantor OC Kaligis.

Uang tersebut diberikan kepada Rio agar dirinya mau membantu mengamankan kasus bansos yang ditangani Kejaksaan Agung. Nama Gatot tercantum sebagai tersangka perkara tersebut. [noe]

Baca juga:
Ekspresi Rio Capella yang Kecewa NasDem Jadi Restoran Politik
Ketika Kekecewaan Rio Capella 'Dibungkam' Bendahara Umum DPP Partai NasDem
Ridwan Kamil Ditanya Soal Kans Maju Pilpres 2024: Masih Jauh, Belum Saatnya
Pendiri NasDem Lebih Setuju Surya Paloh Maju Pilpres 2024 Dibanding Anies Baswedan
Kecewa Paloh Bertemu Presiden PKS, Pendiri Nilai NasDem Sudah jadi Restoran Politik
Terpilih Lagi Secara Aklamasi, Surya Paloh Diumumkan Jadi Ketum NasDem Besok

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini