Kapasitas Stafsus Milenial Jokowi Diragukan, Aminudin Bilang 'Waktu yang Menjawab'
Merdeka.com - Keberadaan staf khusus dari kaum anak muda di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menuai pro dan kontra. PKS secara keras mengatakan tujuh staf khusus kalangan muda Jokowi hanya sebagai politik akomodasi.
Kapasitas dan kinerja staf khusus anak muda pun dipertanyakan oleh PKS. Menanggapi hal itu, Aminudin Ma'ruf hanya menjawab secara normatif.
"Ya waktu lah yang menjawab. Itu kan persepsi," kata Amin, Jakarta, Sabtu (23/11).
Sebagai aktivis yang baru masuk ke pemerintahan, pekerjaan pertama yang dilakukan adalah merapikan perangkat kerja dan melakukan rapat. Mengenai pembahasan rapat, dia enggan bercerita panjang.
Kendati keberadaan tujuh anak muda ini diperdebatkan, Amin menerima segala kritik tersebut. Sebagai pembantu Jokowi, dia mengaku akan tetap konsisten memberikan kontribusi berupa pemikiran-pemikiran, berdasarkan bidang yang telah ditentukan dengan sentuhan kreativitas khas anak muda.
"Kita diharapkan untuk mewarnai kebijakan-kebijakan yang dalam sentuhan kreativitas inovasi dan sebagainya," tandasnya.
Jokowi Umumkan 7 Stafsus Milenial
Diketahui, Kamis (21/11) Jokowi mengumumkan tujuh staf khususnya yang seluruhnya merupakan generasi anak muda. Latar belakang pendidikan mereka beragam, berikut nama-nama staf khusus muda Jokowi;
1. Adamas Belva Syah Devara (29 tahun Lulusan S2 Harvard dan Stanford. Pendiri dan CEO Ruangguru)
2. Putri Indahsari Tanjung (23 tahun Lulusan Academy of Art San Fransisco)
3. Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun Lulusan Harvard Kennedy School)
4. Ayu Kartika Dewi (Pendiri Gerakan Sabang-Merauke)
5.Gracia Billy Mambrasar (31 tahun lulusan Oxford University)
6. Angkie Yudistia (32 tahun). Ditunjuk Jokowi menjadi jubir presiden Khusus di bidang sosial
7. Aminuddin Maruf (33 tahun mantan ketum PB PMII)
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya