Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jubir Panitia Sebut Konflik Jelang Munas Golkar Sudah Biasa

Jubir Panitia Sebut Konflik Jelang Munas Golkar Sudah Biasa Putri Komarudin. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Musyawarah Nasional Partai Golkar segera digelar pada awal Desember untuk memilih Ketua Umum. Jelang acara besar itu, seteru antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo terus memanas jelang pembukaan daftar calon ketua umum.

Juru bicara panitia Munas, Puteri Komaruddin menilai konflik jelang munas di internal Golkar adalah hal lumrah. Pengalaman seperti itu diakuinya bahkan sudah menjadi 'peristiwa' rutin.

"(Seteru) faksi-faksi di Golkar biasa saja ketika kita lihat Munas Ancol, Bali ada masalah akhirnya bersatu, jadi hal-hal seperti itu bisa kita jelaskan," kata Puteri di DPD Golkar, Jakarta, Kamis (28/11).

Untuk menekan intens seteru antara Airlangga dan Bamsoet, menurut Puteri perlu ada komunikasi intens mengakomodir antarfaksi. Lebih lanjut, kata dia, beberapa faksi di internal Partai Golkar perlu dikelola agar nantinya setiap kali ada agenda besar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

"Pengelolaan faksi akan menjadi alternatif kepada publik mengenai bagaimana kebisingan konflik yang ada," tandasnya.

Munas Harus Netral

Diketahui Partai Golkar telah menentukan jadwal Musyawarah Nasional dari hasil rapat pleno semalam. Munas partai beringin bakal digelar dari tanggal 4-6 Desember di Jakarta.

Ketua Panitia Penyelenggara Munas akan dipimpin Melchias Marcus Mekeng, Steering Committee Ibnu Munzir, dan panitia pelaksana Adies Kadir.

Pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet), Wakorbid Kepartaian DPP Partai Golkar, Darul Siska menegaskan, ketua panitia Munas harus netral dan tidak boleh memihak kepada salah satu caketum Golkar.

"Di dalam rapat (pleno semalam) itu juga dibicarakan bahwa ketua penyelenggara, Ketua SC dan Ketua OC harus bersikap netral tidak boleh memihak kepada salah satu orang calon," kata Darul saat dihubungi merdeka.com.

Darul menambahkan, akan ada pembahasan ulang di pleno sebelum Rapimnas bila ada ketua acara Munas yang terafiliasi salah satu caketum Golkar.

"Kalau dia kemudian tidak netral akan ada pembicaraan lagi di pleno yang akan datang, karena menjelang rapim akan ada pleno lagi," tandasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP