Jokowi: Jangan Ada Lagi yang Bilang Indonesia Bubar, Tempe Setipis ATM
Merdeka.com - Calon presiden nomor urut 01, Jokowi melempar sindiran kepada lawan politiknya saat menyampaikan orasi di hadapan peserta deklarasi Forum Alumni Jatim #01. Mulai dari kasus hoaks Ratna Sarumpaet, pernyataan kontroversial seperti tempe setipis ATM, hingga isu PKI yang dialamatkan kepada dirinya. Semua dikupas habis oleh Jokowi di hadapan para pendukungnya.
"Kita ini sekarang kerja cerdas. Masyakarat kita sekarang ini pintar-pintar, apalagi yang ada di hadapan saya ini para intelektual. Kita harus menatap ke depan dengan rasa optimisme yang tinggi," kata Jokowi.
Maka, lanjutnya, jangan sampai ada yang ngomong lagi Indonesia akan punah 2030. "Tidak!" tegas Jokowi. "Jangan ada lagi yang ngomong tempe setipis ATM, jangan ada lagi yang ngomong muka lebam-lebam dipukuli dan dianiaya. Padahal operasi plastik."
Mantan Gubernur DKI Jakarta juga menyesalkan isu yang menudingnya PKI, partai terlarang di Indonesia. Selama empat tahun diam, Jokowi mengaku sudah habis kesabarannya.
"Coba-coba, saya empat tahun, saya empat tahun dituduh: Jokowi itu PKI. Saya sabar, saya enggak pernah jawab, tapi sekarang saya jawab, saya sudah sabar empat tahun, saya enggak mau diam terus, ya saya jawab, iya kan?"
"Saya lahir itu Tahun 1961, PKI dibubarkan 1965-1966, umur saya masih empat tahun, masih kecil banget dibilang PKI. Logikanya, logikanya enggak dipakai ini (otak)," tegas Jokowi menunjuk kepala.
"Masak ada PKI balita. Kalau Cak Lontong bilang mikir, kalau Cak Lontong bilang mikir.. mikir," ucapnya sambil kembali menunjuk kepala mirip gaya Cak Lontong yang juga alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang turut hadir di acara deklarasi.
Spontan gaya Jokowi ini ditirukan para peserta deklarasi. "Mikir..mikir," disambut lagi dengan Cak Lontong yang maju di sebelah kanan Jokowi. "Mikir..mikir," kata Cak Lontong dengan gaya khasnya.
"Ada isu lagi, Jokowi itu anti-Islam. Lho.. lho.. lho.. setiap minggu saya ke pondok pesantren, hampir setiap hari saya dengan ulama, iya ndak? Yang tanda tangan Perpres Hari Santri itu siapa? Mikir.. izin Cak lontong. Mikir.. mikir," tegas Jokowi.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya