Jokowi Dinilai Sudah Tunjukan Sikap Tak Mau Diatur Susun Kabinet

Sabtu, 10 Agustus 2019 19:29 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Dinilai Sudah Tunjukan Sikap Tak Mau Diatur Susun Kabinet Jokowi di Kongres V PDIP. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin berbondong-bondong meminta banyak jatah kursi menteri. Termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang jadi tempat bernaung Jokowi. Saat kongres ke-V kemarin, PDIP terang-terangan meminta jatah kursi menteri paling banyak dibanding partai lain.

Pengamat Politik Ali Munhanif menilai, presiden terpilih Jokowi menunjukkan sikap politik tidak mau diatur perihal jatah kursi menteri bagi partai. Termasuk partainya sendiri, PDIP.

"Dia bilang, ketika partai lain dapat dua, PDIP dapat empat. Kemudian dia melanjutkan, seandainya partai lain dapat 3, ketika massa yang hadir menjawab 6, Jokowi justru bilang belum tentu," ungkap Ali saat diskusi Politik di Menteng, Jakarta Barat, Minggu (10/8).

Sikap itu juga diperlihatkan dari gaya komunikasi politik yang ditampilkan Jokowi secara simbolis. Contohnya tak memakai seragam partai. Meski memakai pakaian warna merah, namun mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memakai pakaian adat Bali. Ali menilai, seolah Jokowi ingin menampilkan hak prerogatif menentukan keputusan.

"Dia ingin menunjukkan diri bahwa hak prerogatif Presiden. Menerima apapun keputusan Presiden. Pada masa penyusunan kabinet akan didampingi beberapa orang," kata Ali.

Dia melihat gaya komunikasi politik Jokowi dalam perspektif kultural. Jokowi dinilai sudah menampakkan penolakan dan menunjukkan bahwa dia memiliki kekuatan. Serta tidak mudah diatur-atur untuk penempatan menteri.

"Untuk menyusun kabinet, Jokowi ingin otonom. Itu dengan mudah dijawab, dia ini orang kuat, tapi dia ini orang Solo," lanjut Ali. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini