Jokowi Beri 1 Kursi Untuk PPP, PDIP dan Golkar Berapa?

Senin, 12 Agustus 2019 16:44 Reporter : Ahda Bayhaqi, Sania Mashabi
Jokowi Beri 1 Kursi Untuk PPP, PDIP dan Golkar Berapa? Jokowi bertemu TKN dan TKD. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Dalam sebulan terakhir, partai-partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin aktif bermanuver meminta jatah menteri. Beberapa partai telah menyetor nama-nama kader terbaik yang dianggap layak mengisi kabinet. Permintaan itu dianggap konsekuensi logis atas keberhasilan mereka mengantarkan Jokowi kembali berkuasa.

Presiden Joko Widodo masih pilah pilih nama plus pembagian porsi menteri untuk barisan partai pendukungnya. Pembagiannya untuk partai koalisi dan profesional. Kabarnya, baru satu partai yang sudah diberitahu Jokowi jatah kursi yang mereka dapat. Partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan.

Kasak kusuk di internal koalisi Jokowi, partai berlambang Ka'bah mendapatkan satu pos menteri. Jumlah tersebut tampaknya disesuaikan dengan perolehan suara PPP di Pemilu 2019 lalu. PPP nyaris gagal lolos ke DPR dengan hanya meraup 4,52 persen dan berada di urutan ke-9.

"Rahasia," kata Sekjen PPP Arsul Sani sembari mengakui bahwa Jokowi telah memberi tahu jumlah kursi menteri untuk partainya.

Info dari sumber merdeka.com, Jokowi sudah menentukan proyeksi partai pendukungnya di kabinet mendatang. PDIP, sebagai partai pemenang dan pengusung utama Jokowi bakal mendapatkan jatah terbanyak yakni 6-7 kursi menteri, Golkar di urutan berikutnya mendapat 4 kursi, PKB dan NasDem masing-masing 3 kursi dan PPP 1 kursi.

Sementara, nasib partai pendukung yang gagal ke Senayan seperti Partai Hanura, PSI, Perindo, PKPI dan PBB pun masih dikaji. 4 Partai kabarnya sedang dicarikan tempat lain oleh Jokowi.

Di lain pihak, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate ogah buka suara. Dia menyebut, urusan jatah menteri pasti akan disampaikan langsung oleh Jokowi. Namun, sampai hari ini pertemuan antar pimpinan koalisi belum juga terlaksana.

"Ya belum ada pembicaraan. Belum ada pembicaraan kemarin dari Pak Jokowi sejauh ini belum ada pembicaraan. Masih lama kan itu," ujar Plate.

Dikonfirmasi terpisah, Golkar menyatakan belum ada pembicaraan apapun baik bersifat formal dan informasl soal urusan menteri dengan Presiden Jokowi. Ketum Airlangga juga bersikap pasif alias menyerahkan Jokowi untuk menentukan kader yang bakal ditunjuk.

Dari sumber di internal Golkar, sejauh ini partai beringin diberikan tiga jatah kursi menteri. Dua di antaranya sudah milik Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Satu lagi milik Satya Yudha yang kabarnya sudah dipanggil," kata sumber di DPP Golkar itu.

Terkait hal itu, Golkar juga belum mau buka suara. Partai pimpinan Airlangga itu menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.

"Belum ada pembicaraan yang disampaikan kepada kita ya soal itu," tegas Ketua Bidang PP Sumatera IV Partai Golkar Bobby Adityo Rizaldi. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini