Jelang Masa Tenang, Jokowi Tinggalkan Prabowo

Sabtu, 13 April 2019 17:51 Reporter : Fikri Faqih
Jelang Masa Tenang, Jokowi Tinggalkan Prabowo Debat Keempat Pilpres 2019. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemilu dan Pilpres 2019 yang untuk pertama kalinya berjalan serentak mendekati akhir. Berdasarkan hasil survei Y-Publica, elektabilitas kedua paslon dalam Pilpres bergerak meningkat.

Dalam survei Y-Publica, elektabilitas Jokowi- Ma'ruf Amin yang dalam tiga bulan terakhir menurun kini naik, mencapai titik tertinggi sebesar 55,3 persen. Hal ini membuat Prabowo-Sandi tertinggal dengan elektabilitas 35,2 persen.

Meskipun Prabowo-Sandi terus menikmati kenaikan elektabilitas sejak lima bulan terakhir, tetapi selisihnya masih cukup jauh, mencapai 20,1 persen.

"Ini berarti bahwa jika tidak ada perubahan berarti, katakan blunder di kubu petahana, bisa dipastikan Jokowi-Ma'ruf akan memenangkan Pilpres 2019," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/4).

Menurutnya, sisa undecided voter sebesar 9,6 persen akan terbagi ke kedua paslon. Jika diekstrapolasikan, Jokowi-Ma'ruf berpeluang mendapat elektabilitas hingga 61,1 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi bisa memperoleh hingga 38,9 persen.

"Sangat berat bagi Prabowo-Sandi dapat mengejar elektabilitas Jokowi-Maruf," ujarnya.

Kenaikan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berkorelasi dengan meningkatnya kepuasan terhadap kinerja pemerintah. Sebelumnya kepuasan publik cenderung menurun sejak bulan Oktober 2018, tetapi kini mulai pulih. Kepuasan mencapai 71,2 persen, masih di bawah nilai tertinggi pada Agustus 2018 sebesar 72,9 persen.

Sosok capres masih menjadi faktor utama yang mendongkrak elektabilitas dua partai politik (utama) pengusung paslon. Sempat menurun elektabilitasnya sejak bulan Januari, elektabilitas PDIP kembali naik menjadi 27,2 persen dan diprediksi memenangkan Pileg 2019. Gerindra menyusul sebagai runner up dengan elektabilitas 14,7 persen.

Selain PDIP dan Gerindra, PKB juga terus-menerus mengalami peningkatan elektabilitas sejak Mei 2018. Elektabilitas PKB mencapai 8,3 persen, mendekati Golkar sebesar 8,5 persen.

Berkebalikan dengan PKB, elektabilitas Golkar terus mengalami penurunan. Sedangkan Demokrat yang mengalami fluktuasi kini mencapai titik terendah, sebesar 4,9 persen.

Di bawah kelompok lima besar, terdapat sejumlah parpol papan tengah yang cenderung meningkat elektabilitasnya. Beberapa di antaranya berhasil menembus ambang batas, yaitu NasDem (4,3 persen) dan PKS (4,1 persen). Menyusul kemudian adalah Partai Solidaritas Indonesia (3,8 persen), PAN (3,5 persen), PPP (2,9 persen), dan Perindo (1,9 persen).

Pada kelompok parpol papan bawah, Hanura diprediksi bakal gagal mengirim wakil ke Senayan dengan elektabilitas hanya 1,0 persen. Demikian pula dengan parpol lama lainnya yang tidak memiliki kursi, yaitu PBB (0,9 persen) dan PKPI (0,6 persen). Sisanya adalah parpol baru, yaitu Berkarya (0,4 persen) dan Garuda (0,3 persen).

Y-Publica melakukan survei nasional berbasis yang dilakukan pada 1-7 April 2019, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) di setiap dapil dengan margin of error 2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini