'Jangan sampai kelangkaan gas dipolitisasi sehingga merugikan Jokowi'
Merdeka.com - Kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin mewaspadai segala fenomena yang terjadi di masyarakat dalam menyambut tahun politik. Sebab, apapun bisa dijadikan bahan oleh lawan politik untuk menyerang calon incumbent tersebut.
Salah satunya soal kelangkaan gas LPG 3 kilogram di beberapa kawasan Kalimantan Utara. Masyarakat mulai mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kilogram.
Politikus PDIP, Deddy Yevri Sitorus, mengingatkan, Pertamina harus segera mengambil langkah konkret untuk mencegah meluasnya kelangkaan LPG itu. Menurut dia, Pertamina wajib menjamin ketersediaan dan stabilitas harga LPG 3 kg.
"Kalau ada spekulan, Pertamina harus tahu cara mengatasinya. Sesuai instruksi Pak Presiden Jokowi, jangan ada kenaikan harga LPG 3 kg," kata Deddy, melalui pernyataan tertulis, Jumat (31/8).
Caleg PDIP dapil Kaltara itu menambahkan, dirinya berencana menemui Dirut Pertamina guna membahas ketersediaan gas LPG di seluruh daerah, khususnya Kalimantan Utara. Pertemuan digelar dalam rangka mengetahui penyebab kelangkaan dan solusi yang diambil benar-benar menguntungkan masyarakat.
"Pertamina harus bertindak cepat, harus bertanggung jawab. Jangan sampai kelangkaan gas ini meluas dan dipolitisasi sehingga merugikan Presiden Jokowi," ungkap Deddy, yang baru diangkat jadi warga kehormatan Suku Tidung tersebut.
Deddy menyampaikan, keluhan masyarakat di Kalimantan Utara mengenai kelangkaan LPG 3 kg memprihatinkan. Mengingat kebutuhan LPG 3kg di Kalimantan Utara cukup besar, pada 2017 mencapai 2.979.666 tabung dan pada 2018 mencapai 3.273.000 tabung.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya