Ini jawaban Anies soal sengketa warga Muara Bahari dengan PT KAI
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan siang ini blusukan ke Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setibanya di Kampung Muara Bahari, Anies disambut puluhan warga.
Warga pun curhat tentang sengketa lahannya dengan PT KAI sejak tahun 2013. Kepada Anies, warga meminta perlindungan jika dirinya pada 15 Februari 2017 terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Cagub nomor urut 3 ini pun menanggapi dengan bijak. Anies berkomitmen akan melihat permasalahan sengketa lahan secara teliti. Sebab kasus seperti ini bukanlah yang pertama kali ditemuinya selama blusukan dengan warga.
"Kami berkomitmen melihat persoalan ini kasus per kasus. Sesuai perundangan dan prinsip peradilan. Tidak hanya tepat, tapi juga adil ke masyarakat," kata Anies di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (31/10).
"Penataan kampung kumuh itu jadi fokus. Apabila direlokasi harus diperhatikan penghidupan, pelayanan dasar, tempat yang ditempatin harus lebih baik dan dilakukan dialog. Bukan semena-mena," tambah Anies.
Anies melanjutkan, keberadaan gubernur sebagai pemimpin harus menengahi persengketaan yang terjadi antara warga. Sebab begitulah peran pemimpin yang memberikan keadilan terhadap warganya.
"Karena pemda tidak ada kaitannya. Tapi bicara menegakkan keadilan bagaimana pun ini warga Jakarta. Seperti masalah industrial, buruh dengan majikannya. Secara konstitusional engga ada tanggung jawabnya tapi secara keadilan ada," ungkap Anies. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya